• 20140820

    Antara Rasm Utsmani dan Rasm Imlai

    Sebagaimana yang diketahui, bahwa cara penulisan (rasm) yang terdapat dalam mushaf ‘Utsmany berbeda dan tidak sama dengan cara penulisan yang umum digunakan dalam aturan-aturan imla’ Bahasa Arab. Karena itu para ulama membagi metode penulisan huruf Arab menjadi 2 jenis: rasm ‘Utsmany dan rasm imla’i. Jenis yang pertama khusus digunakan untuk penulisan ayat al-Qur’an sesuai dengan mushaf ‘Utsmany. Sedangkan yang kedua adalah aturan baku yang umum digunakan untuk penulisan kata-kata Arab sebagaimana ia diucapkan.

    Untuk keperluan ini, para ulama al-Qur’an kemudian menyusun sebuah ilmu yang dikenal dengan nama ilmu Rasm al-Qur’an. Diantara karya yang mengulas ilmu ini adalah al-Muqni’ karya Abu ‘Amr al-Dany dan al-Tanzil karya Abu Dawud Sulaiman bin Najah.

    Penulisan al-Qur’an berdasarkan rasm ‘Utsmany memiliki banyak hikmah –sebagaimana disebutkan oleh para ulama qira’at-. Tapi salah satu yang terpenting adalah dengan metode ini ragam qira’at yang berbeda dapat terwakili dalam mushaf ‘Utsmany.

    Tidak dapat dipungkiri, bahwa ada upaya untuk mengganti sistem rasm ‘Utsmany dengan sistem imla’ yang umum berlaku. Dengan alasan bahwa itu akan lebih memudahkan pembacaan. Meskipun ini kemudian terbantahkan dengan dasar bahwa metode inilah yang digunakan oleh para sahabat menuliskan al-Qur’an di hadapan Rasulullah saw. Karena itu ia kemudian bersifat tauqifiyah Adapun jika alasannya adalah untuk memudahkan pembacaan, maka itu terbantahkan dengan kenyataan bahwa sejauh ini –sejak 1400 tahun lamanya-, hampir tidak ada masalah berarti di tengah kaum muslimin dalam membaca al-Qur’an, kecuali yang memang tidak punya keinginan untuk mempelajari bacaannya.

    Lagi pula kata al-A’zhamy:

    “Apakah mereka percaya bahwa setelah beberapa abad nanti, orang-orang lain tidak akan melontarkan kecaman bahwa karya mereka (penulisan al-Qur’an tanpa ‘rasm ‘Utsmany’ –pen) juga adalah usaha yang dilakukan oleh orang-orang jahil buta huruf?”

    7 komentar:

    1. masih banyak macam2 mushaf pak, contohnya Musshaf Warsh, Musshaf Qaloon, Musshaf Al-Madinah, katanya Al-Quran di jaga oleh Allah SWT, tetapi kenapa ada beberapa versi ? mana yang Asli Quran Sunni atau Qurannya Syiah ? apa perbedaan Quran Sunni dan Quran Syiah ?

      BalasHapus
      Balasan
      1. Wah... wah... sampeyan memang luar binasa pintar mas :D

        Mushaf Madina, Mushaf Qaloon, Mushaf Warsh itu adalah Kitab tajwid dan murattal membaca AlQuran berdasarkan irama dan tatacara yang diajarkan oleh Ibn Adur-rahmaan bin Abee Na'eem.

        Qaloon dan Warshitu adalah kedua murid yang meneruskan ajaran tatacara membaca Quran dari Imam Nafii' (Ibn Adur-rahmaan bin Abee Na'eem). Mushaf Madina merupakan kitab induk dari mushaf lainnya itu.

        rujukan: http://kitaabun.com/shopping3/article_info.php?articles_id=535

        Hapus
    2. Al-Quran memang di jaga oleh Allah SWT (QS 15:9) , versi mana yang di jaga ? versi Quran Sunni atau versi Quran Syiah ?

      BalasHapus
      Balasan
      1. Hu... hu.. yang dijaga Allah ya Quran Islam, mas. Sampeyan harus tau dulu, mana diantara keduanya yang Islam. Sunni yang kafir apa syiah yang kafir? yang jelas kitab sampeyan yang kafir lebih njelimet yo mas :D

        Hapus
    3. Alhamdulillah, terang juga akhirnya. Soalnya hal ini ( mushaf ) sering diklaim oleh kaum yang anti thp Islam sebagai versi lain dari Al-Qur'an. Sayang mereka hanya berusaha menyerang tanpa ingin memahami lbh dalam masalah ini.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Alhamdulillah. Terimakasih telah berkunjung.

        Benar sekali, orang-orang kafir terkadang menyerang "Islam" dengan tipudaya dan kebodohannya :D

        Hapus
    4. Mantabbbb,
      Oya maaf mau tanya, untuk penulisan imlai itu mulai tahun keberapa ya?diawali oleh siapa? mohon pencerahannya, terimakasih

      BalasHapus

    Copyright © MUSLIM BLOG

    Promoted Link: Tafsir Sponsored By: Gratis Template By: Habib