• 20160528

    Malaikat Harut Marut Dalam Al Quran

    Terjemah dan Tafsir Al Quran Surah Al Baqarah Ayat 102


    Kisah tentang malaikat Harut dan Marut diceritakan dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 102. Dalam ayat tersebut diceritakan tentang kemusyrikan kaum Yahudi, fitnah orang musyrik terhadap Nabi Sulaiman, pengaruh serta dampak sihir dan Kuasa Allah terhadap segala yang ada dialam raya juga tempat penganut ilmu sihir di neraka pada alam akhirat.

    Ayat Al-Quran yang berkisah tentang malaikat Harut dan Marut sebagai berikut:

    وَ اتَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيَاطِيْنُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَ مَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَ لَكِنَّ الشَّيْاطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ وَ مَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوْتَ وَمَارُوْتَ وَ مَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُوْلاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَ زَوْجِهِ وَ مَا هُم بِضَآرِّيْنَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللهِ وَ يَتَعَلَّمُوْنَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنْفَعُهُمْ وَ لَقَدْ عَلِمُوْا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ وَ لَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْن

    Terjemah:
    Dan mereka ikut apa yang diceritakan oleh syaitan-syaita tentang Kerajaan. Sulaiman, padahal tidaklah kafir Sulaiman,akan tetapi syaitan-syaitan itu­lah yang kafir. Mereka ajarkan kepada manusia sihir, dan apa yang diturunkan kepada kedua Malak di Babil, Harut dan Marut. Padahal mereka berdua tidak mengajarkan seseorang melainkan sesudah keduanya berkata: Kami tidak lain hanyalah suatu percobaan, maka janganlah kamu kafir! Tetapi mereka pelajari dari keduanya apa yang men­ceraikan di antara seseorang dengan isterinya. Dan tidaklah mereka dapat membahayakan seseorang dengan dia, melainkan dengan izin Allah. Dan mereka pelajari apa yang memberi mudharat kepada mereka dan tidak mernberi manfaat kepada mereka. Dan sesungguhnya merekapun telah tahu bahwa orang yang membelinya tidaklah ada untuk mereka bagian di akhirat.Dan amatlah buruknya suatu harga yang dengan itu mereka menjual diri mereka, jikalau mereka tahu. (Quran Surah Al Baqarah Ayat 102)

    Baca Penjelasan Tafsir Depag: Tafsir Alquran Depag Surah Al Baqarah Ayat 102

    Dalam ayat diatas diceritakan bahwa setan telah menyebar fitnah mengenai Nabi Sulaiman. Setan katakan kepada manusia bahwa Sulaiman mengamalkan, mengajarkan dan membenarkan untuk melakukan sihir. Dan Allah membantah fitnah setan dengan mengungkapkan bahwa apa yang setan katakan itu tidak benar serta sesungguhnya Sulaiman tidak kafir, setan penyebar fitnah itulah yang kafir.

    Dizaman yang sama dengan Nabi Sulaiman, Allah mengutus dua Malak (مَلَكَيْنِ) ke negeri Babil (orang sekarang menyebutnya sebagai Babilonia). Di dalam qira'at yang umum bagi Qur'an disebut malakaini yang artinya dua orang Malaikat, tetapi menurut Qira'at Ibnu Abbas, Abu Aswad dan yang lainnya, yaitu Malikaini yang berarti dua malik atau dua orang raja. Diutusnya dua Harut dan Marut ini untuk mengajarkan kepada manusia dizaman itu tentang amalan-amalan, doa-doa dan hal-hal lainnya. Dalam setiap pengajaran yang mereka berikan, keduanya selalu berkata"Kami tidak lain hanyalah suatu percobaan, maka janganlah kamu kafir", maksudnya adalah Harut dan Marut mengajarkan hal-hal tersebut hanya sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat ujicoba atau cobaan bagi manusia dan jangan gunakan ilmu pengetahuan tersebut dijalan yang dimurkai Allah. Namun ummat yang ingkar memilah dan memilih amalan buruk untuk diterapkan seperti cara memisahkan antara suami-istri dan lain-lainnya.

    Amalan-amalan, doa-doa dan mantra-mantra yang telah mereka pelajari dari Harut dan Marut itu tidak akan membahayakan manusia lainnya kecuali atas izin Allah seperti yang terdapat dalam kutipan ayat: وَ مَا هُم بِضَآرِّيْنَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللهِ

    Sebenarnya ilmu-ilmu sihir yang mereka pelajari dan amalkan itu hanya akan mendatangkan mudharat kepada mereka dan Allah akan menempatkan mereka di neraka.

    The City of Babylon - Origin of Black Magic - Harut and Marut
    Ilustration - The City of Babylon - Origin of Black Magic - Harut and Marut - image by google

    Kisah Harut dan Marut Menurut Tafsir Al Azhar Buya Hamka


    Tersebut di dalam Perjanjian Lama, dalam"Kitab Raja-raja I", Pasal 11 dari ayat 1 sampai 10, bahwa Nabi kita Sulaiman alaihis salam di hari tuanya telah menyembah berhala, untuk menuruti kehendak isteri-isteri baginda yang banyak itu. Di situlah tersebut bahwa isteri baginda Sulaiman 700 dan gundiknya 300.

    Dikatakan pada ayat 3 bahwa segala isterinya itu menyesatkan baginda. Sehingga baginda dirikan beberapa rumah penyembahan berhala, dan turut pula baginda pergi menyembah berhala itu, sehingga Tuhan Allah murka kepadanya, dan menyatakan bahwa setelah dia rnangkat Kerajaannya akan mundur, tidak semegah di zaman ayahnya Nabi Daud lagi.

    "Kitab Raja-raja" yang menuliskan ceritera Nabi Sulaiman murtad itu menurut kepercayaan orang Yahudi adalah termasuk dalam gabungan Kitab Taurat juga. Dengan demikian orang Yahudipun percaya bahwa Nabi Sulaiman telah kafir. Inilah yang dibantah keras oleh ayat ini.

    وَ اتَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيَاطِيْنُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَ مَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَ لَكِنَّ الشَّيْاطِيْنَ كَفَر

    "Dan mereka ikut apa yang diceriterakan oleh syaitan-syaitan tentang Kerajaan Sulaiman, padahal tidaklah kafir Sulaiman, akan tetapi syaitan­ syaitan itulah yang kafir."(pangkal ayat 102).

    Siapakah syaitan-syaitan itu? Bukan saja iblis halus yang syaitan, manusia kasar itupun kalau telah membuat berbagai ragam dusta, terutama terhadap kesucian Nabi Allah, adalah syaitan pula. Mereka itulah yang syaitan dan mereka itulah yang kafir. Selain dari menuduh bahwa Nabi Sulaiman di hari tuanya telah murtad, meninggalkan Allah dan menyembah dewa-dewa dan berhala-berhala, karena tertarik oleh isteri-isterinya.Mereka katakan pula bahwa Nabi Sulaiman itu banyak sihirnya. Kerajaan dipelihara atas kekuatan sihir:

    وْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ وَ مَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوْتَ وَمَارُوْتَ

    "Mereka ajarkan kepada manusia sihir, dan apa yang diturunkan kepada kedua Malak di Babil, Harut dan Marut."

    Syaitan-syaitan itu juga, yaitu manusia ­manusia syaitan mengajarkan sihir kepada orang dan  mengata kan pula bahwa sihir itu adalah pusaka dari Nabi Sulairnan. Nabi Sulaiman menyimpan berbagai ragam sihir di bawah Mahligai Kerajaannya. Inilah ceritera syaitan-syaitan pembuat bohong yang diterima mereka turun temurun, sampai menuduh Nabi Sulairnan telah murtad. Dicantumkan pula pada Kitab yang dinamai pula Taurat.

    Ceritera yang tidak masuk akal terhadap seorang Nabi Allah ini diikuti pula oleh Bani Israil di zaman Rasulullah s.a.w, bahkan mereka ceritera­kan pula kepada orang Islam yang ada pada masa itu. Tidak! - kata Tuhan - Sulaiman tidak kafir.

    Yang kafir ialah syaitan-syaitan itu. Sebab itu apa yang dicatat dalam"Kitab" yang dikatakan suci itu, bukanlah wahyu Ilahi, melainkan wahyu syaitan. Di samping mengajarkan sihir tersebut pula ceritera tentang dua orang Malak di negeri Babil, namanya yang seorang Harut dan yang seorang lagi Marut.

    Di dalam Qira'at yang umum bagi al-Qur'an disebut malakaini tetapi ada lagi Qira'at Ibnu Abbas dan Abu Aswad dan lain, yaitu Malikaini; yang pertama malak, artinya Malaikat. Yang kedua malik, artinya raja. Jadi menurut yang pertama, keduanya itu adalah Malaikat adanya.

    Ada ahli tafsir menuruti bunyi Qira'at yang pertama Malakaini, dua orang Malaikat, menafsirkan bahwa memang dua Malaikat turun dari langit buat membawa fitnah, tetapi mereka peringatkan kepada setiap orang yang hendak datang belajar sihir kepada mereka, bahwa kalau kami ajarkan sihir ini jangan kamu pakai untuk yang buruk, sebab kami ini datang hanya semata-mata sebagai percobaan atau ujian bagi kamu. Itulah yang disebut di lanjutan ayat:

    وَ مَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُوْلاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَ زَوْجِهِ

    "Padahal mereka berdua tidaklah mengajar seorang melainkan sesudah keduanya berkata: Kami ini tidak lain hanyalah suatu percobaan, maka janganlah kamu kafir. Tetapi mereka pelajari daripada keduanya apa yang menceraikan di antara seseorang dengan isterinya."

    Walaupun banyak ahli tafsir memakai tafsir ini, atau penafsir-penafsir yang kemudian ikut menjalin ceritera tafsir ini dengan tidak memakai timbangannya sendiri, namun kita tidaklah puas dengan tafsir begini.

    Dua Malaikat turun dari langit. Sengaja mengajarkan sihir kepada orang. Kepada tiap orang yang belajar mereka katakan bahwa mereka datang hanyalah sebagai fitnah, percobaan atau ujian Tuhan bagi mereka. Kemudian diajarkannya juga sihir itu. Yakni sihir yang berbahaya, yaitu ilmu bagaimana supaya suami-isteri berkasih ­kasihan bercerai karena pengaruh ilmu itu.

    Cobalah saudara-saudara pikirkan! Cara mengajarkan sihir demikian itu bukanlah seperti perbuatan Malaikat, tetapi perbuatan penipu, tentu maksud Malakaini, dua Malaikat disini adalah lain.

    Ahli-ahli tafsir yang lain mengatakan bahwa. ada dua orang yang dipandang orang sebagai orang shalih di negeri Babil itu, namanya Harut dan Marut, sehingga lantaran terkenal shalihnya disebut orang mereka malaikat. Sebagai pendusta-pendusta digelari syaitan-syaitan.

    Menurut ahli tafsir yang berpendapat begini, kedua orang itu, Harut dan Marut, karena dia orang baik-baik sampai dikatakan orang seperti malaikat. Macam-macam ilmu yang mereka ajarkan. Ada juga yang meminta diajarkan sihir, merekapun tahu ilmu itu, tetapi siapa yang hendak belajar diberinya nasihat terlebih dahulu, supaya jangan dipergunakan kepada yang buruk. Yang belajar itu berjanji di hadapan keduanya tidak akan mempergunakan kepada yang buruk, tetapi setelah mereka keluar dari tempat gurunya itu, mereka pergunakanlah kepada yang buruk, sehingga dapat menceraikan suami dengan isterinya.

    Ada lagi ahli tafsir menceriterakan bahwa tiap orang yang akan belajar, disuruhnya dahulu pergi buang air kecil. Setelah orang itu kembali, lalu ditanyai oleh Harut dan Marut itu, adakah yang keluar ? Kalau hanya air kencing saja yang keluar, belumlah mereka mau mengajar. Tetapi setelah ada yang mengatakan ada sesuatu yang keluar dari farajnya, langsung terbang kelangit, barulah orang itu diajarkan. Karena iman orang itu telah keluar dari dalam dirinya, karena yang terbang itu ialah imannya. Maka kafirlah dia dan bisalah masuk pelajaran sihir kepadanya.

    Ada pula satu riwayat lain yang lebih dahsyat. Dalam memberikan riwayat ini dibawa-bawa pula nama sahabat Rasulullah s.a.w. yang shalih, yaitu Sayidina Abdullah bin Umar. Kononnya malaikat-rnalaikat di langit rnengomel-ngomel mengapa terlalu banyak anak Adam yang durhaka kepada Tuhan.

    Lalu Tuhan menjawab:"Kalau kamu sekalian bertempat ditempat anak Adam itu, kamupun akan mendurhakai Aku." Malaikat menjawab:"Bagaimana kami akan durhaka, padahal kami siang dan malam hanya bertasbih memuji Engkau dan mensucikan Engkau." Tuhan menjawab:"Sekarang cobalah pilih dua di antara kamu dan suruhlah mereka keduanya pergi ke dunia. Supaya kamu ketahui betapa sulitnya kedudukan anak Adam itu di dunia."

    Maka dipilih dua di antara Malaikat-malaikat itu, yaitu Harut dan Marut, diutus ke dunia. Rupanya sesampai di dunia, benar saja mereka kena uji dengan ujian yang hebat. Mereka bertemu dengan seorang perempuan yang amat cantik. Merekapun jatuh hati dan timbul syahwat. Sehingga merekapun berbuat zinalah dengan perempuan itu dan telah mulai pula meminuxn minuman keras.

    Maka murkalah Tuhan kepada kedua Malaikat itu. Mereka disuruh memilih azab duniakah yang akan mereka terima atau azab akhirat. Mereka pilihlah azab dunia, biar sampai kiamat. Maka diazab Tuhanlah kedua Malaikat itu, tergantung sekarang ini di antara langit dan bumi. Adapun parempuan yang telah menyebabkan mereka jatuh itu namanya Zuhrah, dikutuk Tuhan berganti menjadi bintang. Maka terbanglah dia ke langit sebelah Timur. Itulah dia bintang Zuhrah yang terbit pagi itu (Bintang Timur).

    Setengah ahli tafsir, sebagi as-Sayuthi dalam ad-Durrul Mantsur menyalinkan juga riwayat ini dengan tidak ada syarah (komentar) apa­ apa. Ibnu Katsir menyalinkan juga sebagian. Tetapi penafsir al Qurthubi membantah keras riwayat ini, mengatakan tidak mungkin riwayat ini dari sahabat yang mulia, Ibnu Umar.

    Setelah diselidiki bertemu lagi sumber berita, yaitu dari Ka'ab al-Ahbar lagi, Pendeta Yahudi yang masuk Islam itu, yang dalam kehidupannya sehari-hari adalah seorang Islam yang shalih. Tetapi dia suka sekali mendongeng ­dongeng seperti ini. Dialah sumber dari banyak penafsiran yang dinamai Israiliyat.

    Ibnu Katsir meskipun menyalinnya, namun dia dengan tegas menolak ini semua. Kata beliau:"Kesimpulannya ialah bahwa semuanya ini kembali kepada ceritera-ceritera Bani Israil, sebab tidak ada dari Hadits yang marfu' dan shahih yang ada rantai hubungannya dengan Nabi kita as-Shadiq al-Mashduq (yang benar lagi dibenarkan), lagi Ma'shum, yang apabila beliau bercakap tidaklah keluar dari kehendaknya sendiri".

    Dalam al-Qur'an kisah itu nyata, tidak panjang lebar seperti itu. Dan kita hanya beriman kepada yang tersebut dalam al-Qur'an, rnenurut apa yang dikehendaki Allah." Demikian Ibnu Katsir.

    Orang Islam yang bebas berpikir, yang semata-mata berpegang kepada al-Qur'an dan Hadits yang shahih, tidaklah tertarik mempercayai ceritera ini . Ini adalah ceritera yang dikarang-karangkan saja oleh orang Yahudi. Campur-aduk di antara dongeng-dongeng Yunani Kuno, yang mengatakan bahwa bintang Seroja, atau bintang Tsuraiya yang oleh orang Yunani dinamai bintang Venus.

    Bintang Venus menurut Mithologi orang Yunani, adalah Dewa dari Kecantikan. Patung Venus Milo yang telah hilang tangannya, di zaman sekarang tersimpan di museum kota Paris. Dongeng Harut dan Marut dengan bintang Zuhrah, atau Tsuraiya sebagai jelmaan dari perempuan cantik yang dikatakan berbuat jahat dengan kedua malaikat itu ada terdapat dalam Talmud, dalam kitab Madrasa Yadkut Pasal 33. Inilah yang disalin begitu saja oleh orang-orang Islam yang ketagihan dongeng, mereka masukkan ke dalam Tafsir al-Qur'an. Ar-Razi menegaskan dalam tafsirnya bahwa kisah ini adalah dongeng yang tak dapat diterima akal.

    Keterangan yang kalut tentang Harut dan Marut ini banyak. Rupanya seketika Al-Qur'an membantah dongeng syaitan-syaitan tentang Kerajaan Nabi Sulaiman, telah timbul lagi dongeng lain yang tidak kurang lucunya.

    Tetapi penafsir Ibnu Jarir at-Thabari menafsirkan Wama Unzila. (Dan apa yang diturunkan kepada dua Malak); huruf Ma mempunyai dua arti. Kadang-kadang Ma artinya apa, dan kadang-kadang artinya tidak. Maka menurut penafsiran beliau ialah:"Dan tidaklah diturunkan kepada kedua Malak Harut dan Marut." Sebagai lanjutan dari kata"dan tidaklah kafir Sulaiman," sebagai membantah ceritera syaitan yang diikut-ikut oleh orang Yahudi itu, dan tidak pula ada yang diturunkan kepada kedua Malak, Harut dan Marut, di negeri Babil itu.

    Sebab selain dari mereka yang mengikut ceritera syaitan-syaitan bahwa di negeii Babil ada dua orang Malak, diturunkan kepada keduanya ilham tentang sihir. Maka tidaklah mereka berdua mengajarkan sihir, dan tidaklah mereka berdua mengajarkan sihir, dan tidaklah mereka berdua memberi orang nasihat terlebih dahulu, karena mereka datang adalah sebagai percabaan belaka, supaya mereka jangan kafir. Sama-sekali itu tidak ada! Demikian tafsir Ibnu Jarir. Sama-sekali itu hanya ceritera syaitan-syaitan penipu yang mereka ikut-ikut saja.

    Dari kesimpulan ayat ini maka teranglah bahwa selain ikut menuduh Nabi Sulaiman telah kafir, dan menuduh beliau banyak sihir, demikian juga dua Malak guru sihir di negeri Babi l, selain dari soal soal itu, di Madinah di waktu itu orang-orang Yahudi juga banyak yang asyik dengan sihir.

    Tetapi siapa yang dapat terpengaruh oleh sihir ? ialah orang yang lemah jiwanya, atau yang percaya bahwa ada lagi sesuatu yang memberi mudharat di luar kehendak Allah. Sebab itu maka tersebutlah di lanjutan ayat dengan tegas:

    وَ مَا هُم بِضَآرِّيْنَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللهِ

    "Dan tidaklah mereka dapat membahayakan seseorang dengan dia, melainkan dengan izin Allah."

    Artinya orang yang tidak diperlindungi Allah jugalah yang dapat kena sihir. Yaitu orang-orang yang terlebih dahulu jiwanya telah lemah.

    وَ يَتَعَلَّمُوْنَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنْفَعُهُمْ

    "Dan mereka pelajari apa yang memberi mudharat kepada mereka, dan tidak memberi manfaat kepada mereka."

    Di sinilah dibuka kejahatan belajar sihir. Belajar sihir tidak ada dengan maksud baik, melainkan akan membawa bahaya saja bagi diri yang mempelajarinya. Sebab segala sihir ialah hendak menganiaya orang lain, atau hendak menentang peraturan Allah yang telah berlaku atas alam; hendak menceraikan orang dengan bininya (kebenci).

    Hendak menawan hati seorang perempuan (pekasih). Hendak menuju menganiaya orang lain, sebagai gayung, tinggam, teluh, tuju, pitunduk dan sebagainya. Makbul permintaan yang jahat itu atau tidak makbul, namun tukang sihir tidak ada yang selamat hidupnya, sebab dasar niatnya telah jahat.

    Benar juga sebagian dongeng ahli tafsir itu, yaitu terbang iman dari dalam diri terlebih dahulu, baru ilmu sihir itu bisa masuk.

    وَ لَقَدْ عَلِمُوْا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ

    "Dan sesungguhnya merekapun telah tahu bahwa orang yang membelinya tidaklah ada untuk mereka bagian di akhirat."

    Sebab di atas dunia mereka telah menyediakan hidup untuk menganiaya orang lain, niscaya di akhirat bagian mereka tidak lain dari neraka. Oleh sebab itu di dalam Hadits yang shahih tersebut sabda Rasulallah s.a.w bahwa sihir adalah salah satu dari tujuh dosa 1.Syirik 2.Mendurhakai ibu dan bapak. 3. Mempercayai tukang sihir 4. berjina. 5 . bersumpah palsu 6. Sihir. dan 7. Lari dari medan perang.

    وَ لَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْن

    "Dan amatlah buruknya satu harga  yang dengan itu mereka menjual diri mereka, jikalau mereka tahu." (ujung ayat 102).

    Niscaya teranglah betapa hinanya menjual diri mereka. Mereka telah menjual dan mereka pertukarkan dengan sihir. Tegasnya mereka beli sihir, bukan dengan uang, tetapi dengan iman. Mereka sangka mereka mendapat laba karena mengetahui sihir, padahal kerugianlah yang didapat. Tetapi mereka tidak tahu itu, yang membawa mereka sengsara.lantaran hati telah busuk, mukapun selalu keruh dan kesat. Bayangan hati dicerminkan oleh muka.

    1 komentar:

    Copyright © MUSLIM BLOG

    Promoted Link: Tafsir Sponsored By: Gratis Template By: Habib