Tampilkan postingan dengan label AlQuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlQuran. Tampilkan semua postingan

Wanita dan Islam Menurut Kitab Al-Quran

Islam Memuliakan Wanita

Wanita adalah pasangan hidup bagi manusia pria yang diciptakan Allah sebagai pendamping hidup, penerus keturunan dan menjadi sumber ketentraman, kasih, sayang serta penambah rezeki dan kehormatan.

Demikianlah Islam mengagungkan serta memuliakan posisi wanita dalam kehidupan, bahkan Allah secara khusus memfirmankan ayat-ayat Al-Quran kepada rasulNya yang membahas tentang wanita sejak awal, yaitu dalam Surah An-Nisa.

Wanita dan Islam Menurut Kitab Al-Quran

Allah Menciptakan Bencana, Derita dan Kematian

Allah Menciptakan Bencana, Derita dan Kematian

Benarkah Allah Maha Kejam dan Tidak Berbelas Kasih? Allah adalah pencipta alam semesta, makhluk dan apa saja yang terdapat didunia fana ini. Penciptaan alam raya sesuai kehendak, rencana dan tujuan Allah S.W.T, hal ini sesuai dengan firmanNya dalam Surah Al Baqarah ayat 29 dan 117. هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاء فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. [Al-Baqarah:29] بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَإِذَا قَضَى أَمْراً فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.[Al-Baqarah:117] Demikianlah penciptaan seluruh apa yang ada dilangit, dibumi, didalam dan dian...

Defenisi Khusyu' Menurut Al-Qur'an Surah Al-Baqarah Ayat 45 - 46

Defenisi Khusyu' Menurut Al-Qur'an Surah Al-Baqarah Ayat 45 - 46

Pengertian Shalat Yang Khusyu' Khusyu' memiliki defenisi dan pengertian yang cukup luas, berdasarkan pendapat beberapa ilmuan Islam. Namun demikian, secara spesifik, kata khusyu' memiliki defenisi baku yang di cantumkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Al-Qur'an; yaitu surah Al-Baqarah ayat 45 dan 46. Al Baqarah 45 وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', Al Baqarah 46 الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. Jelas sekali diuraikan dalam ayat-ayat diatas bahwa khusyu' adalah orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui dan akan kembali kepada Allah .

Sejarah Penulisan AlQuran Pada Masa Rasulullah

Sejarah Penulisan AlQuran Pada Masa Rasulullah

Penulisan Suhuf-suhuf Al-Quran Rasullullah SAW telah mengangkat para penulis wahyu Al-Qur'an dari sahabat-sahabat terkemuka, seperti Ali bin Abi thalib ra, Muawiyah ra, ‘Ubai bin K'ab ra. dan Zaid bin Tsabit ra. Setiap ada ayat turun, beliau memerintahkan mereka menulisnya dan menunjukkan tempat ayat tersebut dalam surah, sehingga penulisan pada lembar itu membantu penghafalan didalam hati. Disamping itu sebagian sahabat juga menuliskan Al-Qur'an yang turun itu atas kemauan mereka sendiri, tanpa diperintah oleh Rasulullah SAW. Mereka menuliskannya pada pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang. Zaid bin Sabit ra. berkata, "Kami menyusun al-Qur'an dihadapan Rasulullah pada kulit binatang." Ini menunjukkan betapa besar kesulitan yang dipikul para sahabat dalam menulis Qur'an. Alat-alat tulis tidak cukup tersedia bagi mereka, selain sarana-sarana tersebut. Dan dengan demikian, penulisan Q...

Suhuf Nabi-nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa Dalam AlQuran

Suhuf Nabi-nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa Dalam AlQuran

Kalimat "Suhuf Ibrahim dan Musa" dalam AlQuran  terdapat dalam penutup Surah Al A`la Ayat 19: Al A'laa 19 صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa Kalimat ini menjadi pertanyaan besar bagi sebahagian kecil manusia, dimanakah suhuf itu kini? Pertanyaan yang sederhana namun sedikit membingungkan bagi sebahagian ummat muslim. Namun, sebenarnya tidaklah sulit untuk menemukan dimana suhuf nabi-nabi dimulai dari suhuf Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa maupun nabi-nabi lainnya. Shuhuf (Arab:صحيفة tunggal: sahifa) berarti sepenggal kalimat yang ditulis, kalimat-kalimat tertulis tersebut, apabila dikumpulkan menjadi satu dan disusun dengan rapi maka dapat menjadi sebuah Mushaf (Arab:مصحف jamak: masahif) yang berarti kumpulan-kumpulan shuhuf. Seluruh intisari dari suhuf-suhuf para nabi terdahulu sebelum Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi Wa Sallam terdapat dengan sangat lengkap didalam AlQuran. Ajaran Ibrahim dan Musa dala...

Tidak Ada Hukum Rajam Dalam Al-Quran

Tidak Ada Hukum Rajam Dalam Al-Quran

Cara Penerapan Hukum Rajam Hukum rajam bagi pria dan wanita yang melakukan hubungan intim layaknya suami-istri tanpa ada ikatan pernikahan tidak terdapat dalam Al-Quran. Dahulunya terdapat hukuman rajam didalam Al-Quran dan Nabi Muhammad serta sahabat-sahabat Rasulullah juga menerapkan hukum ini dengan tegas sekali. Dalam beberapa riwayat tercatat bahwa seorang penduduk Madinah yang bernama Ma'iz, telah dijatuhi hukuman rajam atas pengakuannya sendiri bahwa ia berzina, begitu pula dua orang perempuan dari Bani Lahm dan Bani Hamid telah dijatuhi hukuman rajam, atas pengakuan keduanya bahwa dia berzina. Hukuman itu dilakukan di hadapan umum. Begitu juga terdapat 2 orang Yahudi yang mendapatkan hukuman rajam ini. Hukum rajam ialah hukum dera dengan lemparan batu sampai mati terhadap dua orang pelaku zina yang sudah atau pernah bersuami/ beristri  dan kedua pelaku telah melalui proses penyelidikan hukum yang mendalam serta akurat. Hukuman dilakukan dilapangan terbuka, dilak...

Allah Lebih Dulu Di Dunia Daripada Manusia

Allah Lebih Dulu Di Dunia Daripada Manusia

Anggapan tentang " Mana yang lebih awal di alam/ dunia ini, Allah atau dirimu " adalah sebuah kajian ketauhidan yang diungkapkan oleh penggiat ilmu tasawuf [tasawuf atau sufisme adalah suatu disiplin ilmu dalam agama Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mensucikan jiwa, akhlaq, hati serta fikiran baik zhahir maupun bathin guna mengapai ridha Allah. lihat defenisi sufi dan defenisi sufisme ] . Tasawwuf ini hanyalah teknik/ metode pendidikan guna mendapatkan pemahaman tentang "bagaimana cara mendekatkan diri kepada Allah Sang Pencipta". Orang-orang yang mempelajari ilmu ini disebut tarekat/ tirakat (dalam bahasa Jawa)/ thoriqoh; biasanya mendapatkan pelajaran dari seorang atau beberapa orang guru tarekat yang disebut mursyid melalui proses pendidikan yang disebut suluk.

Malaikat Harut Marut Dalam Al Quran

Malaikat Harut Marut Dalam Al Quran

Terjemah dan Tafsir Al Quran Surah Al Baqarah Ayat 102 Kisah tentang malaikat Harut dan Marut diceritakan dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 102. Dalam ayat tersebut diceritakan tentang kemusyrikan kaum Yahudi, fitnah orang musyrik terhadap Nabi Sulaiman, pengaruh serta dampak sihir dan Kuasa Allah terhadap segala yang ada dialam raya juga tempat penganut ilmu sihir di neraka pada alam akhirat. Ayat Al-Quran yang berkisah tentang malaikat Harut dan Marut sebagai berikut: وَ اتَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيَاطِيْنُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَ مَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَ لَكِنَّ الشَّيْاطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ وَ مَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوْتَ وَمَارُوْتَ وَ مَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُوْلاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَ زَوْجِهِ وَ مَا هُم بِضَآرِّيْنَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللهِ وَ يَتَعَلَّمُوْنَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنْف...

Pemberian Titik Pada Huruf AlQuran - Nuqath al-I'jam

Pemberian Titik Pada Huruf AlQuran - Nuqath al-I'jam

Pemberian tanda titik pada huruf ini memang dilakukan belakangan dibanding pemberian harakat. Pemberian tanda ini bertujuan untuk membedakan antara huruf-huruf yang memiliki bentuk penulisan yang sama, namun pengucapannya berbeda. Seperti pada huruf ب(ba),ت )ta(, )ثtsa(. Pada penulisan mushaf ‘Utsmani pertama, huruf-huruf ini ditulis tanpa menggunakan titik pembeda. Salah satu hikmahnya adalah –seperti telah disebutkan- untuk mengakomodir ragam qira’at yang ada. Tapi seiring dengan meningkatnya kuantitas interaksi muslimin Arab dengan bangsa non-Arab, kesalahan pembacaan jenis huruf-huruf tersebut (al-‘ujmah) pun merebak. Ini kemudian mendorong penggunaan tanda ini. Ada beberapa pendapat yang berbeda mengenai siapakah yang pertama kali menggagas penggunaan tanda titik ini untuk mushaf al-Qur’an. Namun pendapat yang paling kuat nampaknya mengarah pada Nashr bin ‘Ashim dan Yahya bin Ya’mar. Ini diawali ketika Khalifah Abdul Malik bin Marwan memerintahkan kepada al-Hajjaj bin Yusuf al-T...

Antara Rasm Utsmani dan Rasm Imlai

Sebagaimana yang diketahui, bahwa cara penulisan (rasm) yang terdapat dalam mushaf ‘Utsmany berbeda dan tidak sama dengan cara penulisan yang umum digunakan dalam aturan-aturan imla’ Bahasa Arab. Karena itu para ulama membagi metode penulisan huruf Arab menjadi 2 jenis: rasm ‘Utsmany dan rasm imla’i. Jenis yang pertama khusus digunakan untuk penulisan ayat al-Qur’an sesuai dengan mushaf ‘Utsmany. Sedangkan yang kedua adalah aturan baku yang umum digunakan untuk penulisan kata-kata Arab sebagaimana ia diucapkan. Untuk keperluan ini, para ulama al-Qur’an kemudian menyusun sebuah ilmu yang dikenal dengan nama ilmu Rasm al-Qur’an. Diantara karya yang mengulas ilmu ini adalah al-Muqni’ karya Abu ‘Amr al-Dany dan al-Tanzil karya Abu Dawud Sulaiman bin Najah. Penulisan al-Qur’an berdasarkan rasm ‘Utsmany memiliki banyak hikmah –sebagaimana disebutkan oleh para ulama qira’at-. Tapi salah satu yang terpenting adalah dengan metode ini ragam qira’at yang berbeda dapat terwakili dalam mushaf ‘...

Pemberian Harakat Pada Tulisan AlQuran - Nuqath al-I'rab

Sebagaimana telah diketahui, bahwa naskah mushaf ‘Utsmani generasi pertama adalah naskah yang ditulis tanpa alat bantu baca yang berupa titik pada huruf (nuqath al-i’jam) dan harakat (nuqath al-i’rab) –yang lazim kita temukan hari ini dalam berbagai edisi mushaf al-Qur’an-. Langkah ini sengaja ditempuh oleh Khalifah ‘Utsman r.a. dengan tujuan agar rasm (tulisan) tersebut dapat mengakomodir ragam qira’at yang diterima lalu diajarkan oleh Rasulullah saw. Dan ketika naskah-naskah itu dikirim ke berbagai wilayah, semuanya pun menerima langkah tersebut, lalu kaum muslimin pun melakukan langkah duplikasi terhadap mushaf-mushaf tersebut; terutama untuk keperluan pribadi mereka masing-masing. Dan duplikasi itu tetap dilakukan tanpa adanya penambahan titik ataupun harakat terhadap kata-kata dalam mushaf tersebut. Hal ini berlangsung selama kurang lebih 40 tahun lamanya. Dalam masa itu, terjadilah berbagai perluasan dan pembukaan wilayah-wilayah baru. Konsekwensi dari perluasan wilayah ini ada...

Perbedaan Pengumpulan Muzhaf Quran Abu Bakar - Usman Bin Affan

Dari teks-teks di atas jelaslah bahwa pengumpulan mushaf oleh Abu Bakar ra. berbeda dengan pengumpulan yang dilakukan Usman ra. dalam motif dan caranya. Motif Abu Bakar adalah kekhawatiran beliau akan hilangnya Al-Qur’an karena banyaknya para penghafal Al-Qur’an yang gugur dalam peperangan yang banyak menelan korban. Sedang motif Usman ra. dalam karena banyaknya perbedaan dalam cara-cara membaca Al-Qur’an yang disaksikannnya sendiri di daerah-daerah dan mereka saling menyalahkan antara satu dengan yang lain. Pengumpulan Al-Qur’an yang dilakukan Abu Bakar ra. ialah memindahkan satu tulisan atau catatan Al-Qur’an yang semula bertebaran di kulit-kulit binatang, tulang, dan pelepah kurma, kemudian dikumpulkan dalam satu mushaf, dengan ayat-ayat dan surah-surahnya yang tersusun serta terbatas dalam satu mushaf, dengan ayat-ayat dan surah-surahnya serta terbatas dengan bacaan yang tidak dimansukh dan tidak mencakup ke tujuh huruf sebagaimana ketika Qur’an itu diturunkan. Al-Haris al-Muha...

Penyusunan AlQuran Pada Masa Usman

Penyebaran Islam bertambah dan para penghafal Al-Qur’an pun tersebar di berbagai wilayah. Dan penduduk di setiap wilayah itu mempelajari qira’at (bacaan) dari qari yang dikirim kepada mereka. Cara-cara pembacaan (qiraat) Qur’an yang mereka bawakan berbeda-beda sejalan dengan perbedaan ‘huruf ‘ yang dengannya Al-Qur’an diturunkan. Apabila mereka berkumpul di suatu pertemuan atau di suatu medan peperangan, sebagian mereka merasa heran dengan adanya perbedaan qiraat ini. Terkadang sebagian mereka merasa puas, karena mengetahui bahwa perbedaan-perbedaan itu semuanya disandarkan kepada Rasulullah. Tetapi keadaan demikian bukan berarti tidak akan menyusupkan keraguan kepada generasi baru yang tidak melihat Rasulullah sehingga terjadi pembicaraan bacaan mana yang baku dan mana yang lebih baku. Dan pada gilirannya akan menimbulkan saling bertentangan bila terus tersiar. Bahkan akan menimbulkan permusuhan dan perbuatan dosa. Fitnah yang demikian ini harus segera diselesaikan. Ketika terjadi...

Pengumpulan Quran Pada Masa Abu Bakar

Abu Bakar ra. menjalankan urusan Islam sesudah Rasulullah. Ia dihadapkan kepada peristiwa-peristiwa besar berkenaan dengan kemurtadan sebagian orang Arab. Karena itu ia segera menyiapkan pasukan dan mengirimkannya untuk memerangi orang-orang yang murtad itu. Peperangan Yamamah yang terjadi pada tahun 12 H melibatkan sejumlah besar sahabat yang hafal Al-Qur'an. Dalam peperangan ini tujuh puluh qari' (penghafal Al-Qur'an) dari para sahabat gugur. Umar bin Khatab ra. merasa sangat kuatir melihat kenyataan ini, lalu ia menghadap Abu Bakar ra. dan mengajukan usul kepadanya agar mengumpulkan dan membukukan Al-Qur'an karena dikhawatirkan akan musnah, sebab peperangan Yamamah telah banyak membunuh para qari'. Di segi lain Umar merasa khawatir juga kalau-kalau peperangan di tempat-tempat lain akan membunuh banyak qari' pula, sehingga Al-Qur'an akan hilang dan musnah, awalnya Abu Bakar ra. menolak usulan itu dan berkeberatan melakukan apa yang tidak pernah dilakukan...

Doa-doa Dalam AlQuran

Koleksi dan kumpulan doa-doa dalam AlQuran. Dalam artikel Islami ini terdapat lebih kurang 40 doa yang sering digunakan oleh setiap muslim. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَحْدَهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَي مَنْ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat dan salam selalu dilimpahkan kepada penutup para nabi. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ 1.     Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Al-A’raf: 23) رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَإِلاَّ تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُن مِّنَ الْخَاسِرِينَ 2.     Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh ...

Doa Memohon Keturunan Dan Anak Yang Shalih Dalam AlQuran

Doa Memohon Keturunan Dan Anak Yang Shalih Dalam AlQuran

Kumpulan Doa Memohon Keturunan Dan Anak Yang Shalih Dalam AlQuran Surat Ali Imran Ayat 38, Surat Al-A'raaf Ayat 189, Surat Al-Ahqaaf Ayat 15, Surat Maryam Ayat 5, Surat Al-Anbiyaa' Ayat 89, Surat Al-Furqaan Ayat 74, Surat Ash-Shaaffat Ayat 100. Surat Ali Imran Ayat 38 هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاء Di sanalah Zakariya mendo'a kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do'a" . Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan: At that time Zakariya (Zachariya) invoked his Lord, saying: "O my Lord! Grant me from You, a good offspring. You are indeed the All-Hearer of invocation." Yusuf Ali: There did Zakariya pray to his Lord, saying: "O my Lord! Grant unto me from Thee a progeny that is pure: for Thou art He that heareth prayer! Surat Al A'raf Ayat 189 هُوَ ال...

Keutamaan Berdzikir

Keutamaan melakukan dzikir dan manfaat serta keutamaan yang diperoleh setiap orang yang berzikir dan selalu mengingat juga melafazkan nama-asma Allah tercantum dalam Artikel Islam seperti yang tertera dibawah ini: Allah Ta’ala berfirman: فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ “Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rahmat dan pengampunan). Dan bersyukurlah kepadaKu, serta jangan ingkar (pada nikmatKu)”. (Al-Baqarah, 2:152). يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً “Hai, orang-orang yang beriman, berdzikirlah yang banyak kepada Allah (dengan menyebut namaNya)”. (Al-Ahzaab, 33:42). وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيراً وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً “Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka pengampunan dan pahala yang agung”. (Al-Ahzaab, 33:35) وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعاً وَخِ...

Istighfar Amalan Agar Cepat Menjadi Kaya Raya

Istighfar Amalan Agar Cepat Menjadi Kaya Raya

Memohon ampunan atas segala khilap dan dosa kepada Allah Subhanahu Wa Ta`ala dengan penuh kesungguhan adalah suatu cara terbaik agar seorang Muslim dapat dengan cepat menjadi kaya raya. Allah telahpun berjanji didalam AlQuran kepada hambaNya, bahwa: Siapa yang memohon ampunan kepada Allah, Maka Allah akan mengampuni dosa-dosa dan sekaligus memberikan bonus berupa kenikmatan dan kebahagian hidup didunia (dan juga diakhirat). Terjemah AlQuran Surah Nuh Ayat 10 - 12  Nuh 10 فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan: "I said (to them): Ask forgiveness from your Lord; Verily, He is Oft-Forgiving; Yusuf Ali: "Saying, 'Ask forgiveness from your Lord; for He is Oft-Forgiving; Nuh 11 يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, Dr. M. Taqiud-Din...

Potensi Sumber Daya Laut Dalam AlQuran

Potensi Sumber Daya Laut Dalam AlQuran

Dalil Tentang Laut dan Isinya Dalam Al-Quran Surat An-Nahl Ayat 14 dan Surah Al-Fathir Ayat 12 Maha Suci Allah yang telah menciptakan alam raya dengan begitu indah, teratur dan beraneka. Setiap sisi dan dimensi dianugerahi kebaikan dan kemudahan bagi setiap makhlukNya untuk dinikmati dan dimanfaatkan sesuai dengan keinginan. Termasuk pula alam laut yang begitu menawan dengan kandungan yang luar biasa berpengaruh dalam kehidupan manusia khususnya dan makhluk Allah Subhanahu Wa Ta`ala secara keseluruhan. Allah Subhanahu Wa Ta`ala berfirman dalam AlQura`anul Karim:

Copyright © MUSLIM BLOG