Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Musa Membelah Laut, Ummat Muhammad Berjalan Diatas Laut

Karamah Al-Ala` Bin Al-Hadhrami

Al-Ala` Bin Al-Hadhrami adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang senior dan termasuk orang yang berilmu, banyak beribadah dan mustajab doanya. Setelah Rasulullah SAW wafat, banyak dari kabilah-kabilah yang murtad keluar dari jalan yang lurus. Kemudian Abu Bakar RA mengutus Al-Ala` Bin Al-Hadhrami untuk mengingatkan kekeliruan bangsa yang murtad diwilayah Bahrain.

Al-Ala` Bin Al-Hadhrami membawa pasukan muslimin menuju ke wilayah tersebut, dalam perjalanan menuju lokasi jihad ini, terjadilah suatu karamah. Ketika mereka berhenti di Dahna` (yaitu sebuah padang pasir antara Najed dan Al-Ahsa`) dalam kondisi belum sempat berhenti dengan sempurna tiba-tiba unta-unta mereka menjadi beringas dan lari membawa seluruh perbekalan tentara baikk berupa kemah maupun makanan dan minuman.

Burung Ababil dan Pasukan Gajah Abrahah - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 4

Burung Ababil dan Pasukan Gajah Abrahah - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 4

Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil (Pasukan Gajah) Ayat 1-5 Dalam keadaan yang demikian itu, demikian uraian Ibnu Hisyam dalam Sirahnya nampaklah di udara beribu-ribu ekor burung terbang menuju mereka. Datangnya dari jurusan laut. Burung itu membawa tiga butir batu; sebutir di mulutnya dan dua butir digenggamnya dengan kedua belah kakinya. Dengan serentak burung-burung itu menjatuhkan batu yang di bawanya itu ke atas diri tentara-tentara yang banyak itu. Mana yang kena terpekik kesakitan karena saking panasnya. Berpekikan dan berlarianlah mereka, tumpang siur tidak tentu arah, karena takut akan ditimpa batu kecil-kecil itu yang sangat panas membakar itu. Lebih banyak kena daripada yang tidak kena. Semua menjadi kacau-balau dan ketakutan. Mana yang kena terkaparlah jatuh, dan yang tidak sampai kena hendak segera lari kembali ke Yaman. Mereka cari Nufail bin Habib untuk menunjuki jalan menuju Yaman, namun dia tidak mau lagi, malahan dia bersyair: sumber: wikimedia.org

Dialog Abrahah dan Abdul Muthalib - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 3

Dialog Abrahah dan Abdul Muthalib - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 3

Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil (Pasukan Gajah) Ayat 1-5 Abdul Muthalib adalah seorang yang rupawan, berwajah menarik dan berwibawa, besar dan jombang. Baru saja dia masuk, ada sesuatu yang memaksa Abrahah berdiri menghormatinya dan menjemputnya ke pintuk khemah. Abrahah merasa tidaklah layak orang ini akan duduk di bawah dari kursinya. Sebab itu baginda sendirilah yang turun dari kursi dan sama duduk di atas hamparan itu berdekat dengan Abdul Muthalib. Kemudian itu bertitahlah baginda kepada penterjemah: "Suruh katakanlah apa hajatnya!" Abdul Muthalib menjawab dengan perantaraan penterjemah: "Maksud kedatanganku ialah memohonkan kepada raja agar unta kepunyaanku, 200 ekor banyaknya, yang dirampas oleh hambasahaya baginda, dipulangkan kepadaku." sumber:wikimedia.org

Pergerakan Tentara Abrahah ke Mekah - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 2

Pergerakan Tentara Abrahah ke Mekah - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 2

Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil (Pasukan Gajah) Ayat 1-5 Setelah tersiar berita tentara di bawah pimpinan Abrahah telah keluar hendak pergi meruntuh Ka’bah sangatlah mereka terkejut dan seluruh kabilah-kabilah Arab itu pun merasalah bahwa mempertahankan Ka’bah dari serbuan itu adalah kewajiban mereka. Salah seorang pemuka Arab di negeri Yaman bernama Dzu Nafar menyampaikan seruan kepada kaumnya dan Arab tetangganya supaya bersiap menangkis dan menghadang serbuan ini. Mengajak berjihad mempertahankan Baitullah Al-Haram. Banyaklah orang datang menggabungkan diri kepada Dzu Nafar itu melawan Abrahah. Tetapi karena kekuatan tidak seimbang, Dzu Nafar kalah dan tertawan. Tatkala Abrahah hendak membunuh tawanan itu berdatang sembahlah dia: "Janganlah saya Tuan bunuh. Barangkali ada faedahnya bagi tuan membiarkan saya tinggal hidup." Karena permohonannya itu tidaklah jadi Dzu Nafar dibunuh dan tetaplah Dzu Nafar dibelenggu. Abrahah memang seorang yang suka memaafkan. Abrahah pun mener...

Kemarahan Abrahah Kepada Bangsa Arab - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 1

Kemarahan Abrahah Kepada Bangsa Arab - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 1

Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil (Pasukan Gajah) Ayat 1-5 "Tidakkah engkau perhatikan?" (pangkal ayat 1). Atau tidaklah engkau mendengar berita: "Bagaimana Tuhan engkau berbuat terhadap orang-orang yang mempunyai gajah?" (ujung ayat 1). Pertanyaan Allah seperti ini adalah untuk memperkuat berita penting itu, yang ditujukan mulanya kepada Nabi SAW namun maksudnya ialah untuk ummat yang percaya seumumnya. Kisah orang-orang yang mempunyai gajah ini adalah tersebut dengan selengkapnya di dalam kitab Sirah Ibnu Hisham, pencatat riwayat hidup Nabi Muhammad SAW yang terkenal.

Kisah Umar dan Wabah Tha'un Amawas

Kisah Umar dan Wabah Tha'un Amawas

Kisah Kedatangan Umar RA. Ke Syam dan Wabah Tha'un Amawas Tahun 17 H. Ibnu Jarir berkata, Pada tahun ini (17 Hijriyah) Umar bin al-Khaththab RA. datang ke wilayah Syam untuk berperang. Ketika ia sampai di Sargh [1] - menurut pendapat Ibnu Ishaq, sementara menurut Saif bin Umar ketika sampai di Jabiyah - para pemimpin prajurit memberitakan kepadanya bahwa Syam terserang wabah penyakit, maka Umar RA. segera mengumpulkan kaum Muhajirin dan Anshar untuk bermusyawarah. Mereka menyelisihi pendapat Umar RA. Ada yang berkata, "Jika engkau telah datang untuk berperang maka mengapa harus kembali?" Ada juga yang berkata, "Menurut kami engkau harus terus berjalan mem-bawa para sahabat Rasulullah SAW. ke daerah yang terserang wabah ini." Ketika dikatakan bahwa Umar RA. menginstrukskian seluruh tentara kaum muslimin untuk kembali esok hari, maka Abu Ubaidah berkata kepada Umar RA.:

Suhuf Nabi-nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa Dalam AlQuran

Suhuf Nabi-nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa Dalam AlQuran

Kalimat "Suhuf Ibrahim dan Musa" dalam AlQuran  terdapat dalam penutup Surah Al A`la Ayat 19: Al A'laa 19 صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa Kalimat ini menjadi pertanyaan besar bagi sebahagian kecil manusia, dimanakah suhuf itu kini? Pertanyaan yang sederhana namun sedikit membingungkan bagi sebahagian ummat muslim. Namun, sebenarnya tidaklah sulit untuk menemukan dimana suhuf nabi-nabi dimulai dari suhuf Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa maupun nabi-nabi lainnya. Shuhuf (Arab:صحيفة tunggal: sahifa) berarti sepenggal kalimat yang ditulis, kalimat-kalimat tertulis tersebut, apabila dikumpulkan menjadi satu dan disusun dengan rapi maka dapat menjadi sebuah Mushaf (Arab:مصحف jamak: masahif) yang berarti kumpulan-kumpulan shuhuf. Seluruh intisari dari suhuf-suhuf para nabi terdahulu sebelum Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi Wa Sallam terdapat dengan sangat lengkap didalam AlQuran. Ajaran Ibrahim dan Musa dala...

Tragedi Menjelang Nabi Isa Terangkat Kelangit

Tragedi Menjelang Nabi Isa Terangkat Kelangit

Peristiwa Penyaliban Nabi Isa Menurut Al-Quran dan Hadits Mereka (tentara Romawi) tidak membunuhnya (Nabi Isa) dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Dalam AlQuran ada disebutkan bahwa Nabi Isa `Alaihis Salam diangkat Allah kelangit dan ada salahseorang yang diserupakan wajahnya dengan beliau. Seperti dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta`ala berikut ini: Terjemah Surat An Nisaa 157: Tentang Orang Yang Diserupakan Dengan Nabi Isa وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَـكِن شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُواْ فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلاَّ اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah [378]", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh iala...

Hijrah Muslimin Ke Habasyah - Dialog Ja'far bin Abi Thalib Dengan Najasyi

Hijrah Muslimin Ke Habasyah - Dialog Ja'far bin Abi Thalib Dengan Najasyi

Hijrah Pertama menuju negeri Habasyah Penindasan yang terjadi, pada permulaannya - yakni pada pertengahan atau akhir tahun ke-4 dari kenabian - adalah tidak seberapa, namun kemudian dari hari demi hari bahkan bulan demi bulan berubah menjadi lebih sadis dan mengkhawatirkan, terutama pada pertengahan tahun ke-5 sehingga tiada tempat lagi bagi mereka di Mekkah dan memaksa mereka untuk memikirkan siasat lolos dari siksaan-siksaan tersebut. Dalam kondisi yang seperti inilah, turun surat az-Zumar yang mengisyaratkan perlunya berhijrah dan mengumumkan bahwa bumi Allah tidaklah sempit, dalam firmanNya: "…orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas". (Q.S.39/az-Zumar: 10). Rasulullah telah mengetahui bahwa Ash-himah an-Najasyi, raja Habasyah adalah seorang yang adil, tidak seorangpun yang berada disisinya terzhalimi; oleh karena itu, beliau m...

Malaikat Harut Marut Dalam Al Quran

Malaikat Harut Marut Dalam Al Quran

Terjemah dan Tafsir Al Quran Surah Al Baqarah Ayat 102 Kisah tentang malaikat Harut dan Marut diceritakan dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 102. Dalam ayat tersebut diceritakan tentang kemusyrikan kaum Yahudi, fitnah orang musyrik terhadap Nabi Sulaiman, pengaruh serta dampak sihir dan Kuasa Allah terhadap segala yang ada dialam raya juga tempat penganut ilmu sihir di neraka pada alam akhirat. Ayat Al-Quran yang berkisah tentang malaikat Harut dan Marut sebagai berikut: وَ اتَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيَاطِيْنُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَ مَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَ لَكِنَّ الشَّيْاطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ وَ مَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوْتَ وَمَارُوْتَ وَ مَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُوْلاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَ زَوْجِهِ وَ مَا هُم بِضَآرِّيْنَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللهِ وَ يَتَعَلَّمُوْنَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنْف...

Sejarah Tahun Baru Islam 1 Muharram

Sejarah Tahun Baru Islam 1 Muharram

Sejarah Pembuatan Kalender Islam Kisah awal mula pembuatan penanggalan dan sistem kalender Islam yang dibuat oleh Khalifah Amirul Mukminin Umar bin Khattab. Masyarakat Arab diMekah dan sekitarnya sudah memiliki penanggalan tersendiri sebelum kerasulan dan kenabian Muhammad. Kalender almanak yang orang Arab gunakan sudah tersusun dan digunakan secara turun temurun oleh mereka namun belum tercatat. Penggunaan almanak itu hanya berdasarkan ingatan dan kesepakatan antar sesama kaum Arab. Kalender Islam dibuat pertama kali pada zaman pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, dibantu oleh sahabat-sahabat lainnya. Pembuatan kalender itu berawal dari sebuah peristiwa sederhana namun akhirnya menjadi tonggak awal kemaslahatan bagi seluruh kaum muslimin diseluruh dunia sejak zaman dahulu sampai masa akan datang.

Islam Keluar Mekah Dakwah Di Thaif Surah Al-Jin 1-2

Islam Keluar Mekah Dakwah Di Thaif Surah Al-Jin 1-2

SERUAN ISLAM KELUAR MEKAH Ini adalah kisah ketika Rasulullah telah gagal berdakwah di Mekah dan kemudian mencoba untuk melakukan dakwah ke Thaif. Kisah inilah yang menjadi Asbabun Nuzul Surah Al Jin Ketika Rasulullah Pulang Dakwah Dari Thaif Serta Seruan Dakwah Islam keluar Mekkah.

Rasulullah Berdakwah Kepada Kabilah Arab Pada Musim Haji

MEMPERKENALKAN ISLAM KEPADA QABILAH DAN INDIVIDU TERTENTU Dalam bulan Zulkaedah tahun kesepuluh kebangkitan Baginda bersamaan penghujung bulan Juni atau permulaan bulan Juli tahun 619 Masihi, Rasulullah telah selamat balik ke Makkah, dengan niat dan azam untuk memulakan semula pengenalan Islam kepada qabilah-qabilah dan individu-individu tertentu, semakin hampir dengan musim haji, semakin ramai, orang memasuki kota Makkah, sama ada sebagai pejalan kaki, atau menunggang kenderaan yang kekurusan pada perjalanan jauh, kedatangan berduyun-duyun dari berbagai-bagai pelusuk, dengan satu tujuan, iaitu mengerjakan ibadat haji, dan untuk memperolehi sesuatu kemanfaatan untuk diri masing-masing, setemsnya untuk mengingati Allah dalam beberapa hari tertentu, peluang ini memang Rasulullah menanti-nantinya, Baginda menemui qabilah demi qabilah memperkenalkan Islam kepada mereka semua dan menyeru kepadanya, iaitu seperti mana Baginda lakukan mulai tahun keempat kebangkitan Baginda. QABILAH-QAB...

Perang Yarmuk - Kisah Lengkap - AlBidayah Wan Nihayah

Perang Yarmuk - Kisah Lengkap - AlBidayah Wan Nihayah

Peperangan Yarmuk Peperangan Yarmuk terjadi pada tahun 13 H sebelum penaklukan Damaskus. Sebagimana yang disebutkan oleh Saif bin Umar, dan di ikuti oleh Abu Ja'far Ibnu Jarir ath-Thabari.[ Tarih ath-Thabari, 3/406 ] Adapun al-Hafizh Ibn Asakir menukil dari Yazid bin Abu Ubaidah, al-Walid bin Muslim, Ibn Luhaiah, al-laits bin Sa'ad, dan Abu Ma'syar bahwa peristiwa ini terjadi pada tahun ke 15 H setelah penaklukan Damaskus. Muhammad bin Ishaq serta Khalifah bin Khayyat mengatakan, bahwa peperangan Yarmuk terjadi pada hari senin setelah lewat lima bulan Rajab tahun 5 H.[ Tarikh Dimasyq, 1/254 ] Ibnu Asakir berkata, "Inilah yang benar, dan adapun yang dinyatakan oleh Saif bahwa peristiwa ini terjadi sebelum penaklukan Damaskus pada tahun 13 H, maka tidak satupun yang mengikuti perkataannya.[ Menurut Ibnu Katsir, yang masyhur adalah riwayat Saif, dan riwayat ini dijadikan sandaran ath-Thabari dan berjalan di atasnya, demikian pula Ibnu Atsir turut mengikutinya, dan ...

Khalid Bin Walid Bergabung Dengan Pasukan Islam Dalam Perang Yarmuk

Khalid Bin Walid Bergabung Dengan Pasukan Islam Dalam Perang Yarmuk

Kedatangan Khalid bin al-Walid dari Iraq Menuju Syam Tentara Islam - Muslim Warrior - Soldier Of Allah Image Source:  zaki994.deviantart.com.jpg Ketika para sahabat meminta bantuan kepada Abu Bakar ash-Shiddiq ra. sambil memberitahukan kedatangan tentara Romawi dengan jumlah besar ke Yarmuk, maka Abu Bakar ash-Shiddiq ra. menulis surat kepada Khalid bin al-Walid agar menarik diri dari Iraq dan meninggalkan penggantinya di sana untuk selanjutnya berjalan dengan cepat menuju Syam dengan bala tentaranya. Jika telah sampai ke Syam maka dialah yang menjadi pemimpin tertinggi seluruh pasukan. Di Iraq Khalid menunjuk al-Mutsanna bin Haritsah sebagai penggantinya. la bergerak cepat membawa 6000 personil pasukan menuju Syam. Sementara yang menjadi penunjuk jalan waktu itu adalah Rafi' bin Umairah ath-Tha'iy. Rafi' menunjukkan kepada Khalid agar berjalan melalui as-Samawah.[ Padang pasir yang terkenal, gersang tidak memiliki pohon ataupun bebatuan, terletak antara Kufah dan S...

Tentara Islam Bersatu Dipimpin Khalid Bin Walid Pada Perang Yarmuk

Tentara Islam Bersatu Dipimpin Khalid Bin Walid Pada Perang Yarmuk

Tentara Islam Khalid Bin Walid, Abu Ubaidah, Amru Bin Ash, Syarahbil Bin Hasanah Dan Ikrimah Bin Abu Jahal Tentara Islam - Muslim Warrior - Image Source: smxzz.com Ketika tentara Romawi beserta para panglimanya berkumpul di al-Waqusah [ Al-Waqusah: sebuah lembah di samping sungai Yarmuk, berdataran rendah dan memiliki jurang, banyak tentara Romawi yang berantai terjatuh ke dalamnya. ] maka para sahabat berpindah dari tempat lama mereka ke suatu tempat yang berdekatan dengan tentara Romawi di sebuah jalan yang tidak memiliki alternatif lainnya kecuali jalan itu saja. Amru bin al-Ash berkata, "Bergembiralah wahai saudara-saudaraku sekalian! Demi Allah pasukan Romawi telah terkepung, setiap tentara yang terkepung sedikit sekali bagi mereka peluang untuk menang". [ Tarikh ath-Thabah, 3/394 ] Ketika para sahabat berkumpul untuk bermusyawarah bagaimana cara mereka bergerak menuju Romawi, ketika itu para panglima duduk untuk mengikuti musyawarah itu, datanglah Abu Sufyan dan...

Persiapan Pasukan Islam Menghadapi Pasukan Kafir Pada Perang Yarmuk

Persiapan Pasukan Islam Menghadapi Pasukan Kafir Pada Perang Yarmuk

Soldier Of Allah - Image By: webdziner.deviantart.com Pada peperangan ini tentara Romawi keluar dalam jumlah yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Khalid juga membawa jumlah pasukan besar yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Arab. Khalid membawa sebanyak 30-40 regu, dan pada setiap regu terdiri dari 1000 orang pasukan. Abu Ubaidah mengambil posisi di jantung pasukan, sementara di sayap kanan dipimpin oleh Amru bin al-Ash yang ditemani oleh Syarahbil bin Hasanah, dan di sayap kiri dipimpin oleh Yazid bin Abu Sufyan, Khalid mengangkat untuk tiap regu pasukan seorang pemimpin. Sebagai mata-mata dan pencari informasi di serahkan kepada Qubats bin Asyam, dan sebagai pemungut harta rampasan perang diserahkan kepada Abdullah bin Mas'ud, yang menjadi Qadhi ketika itu adalah Abu ad-Darda'. Bertindak sebagai pemberi nasehat dan motifasi kepada pasukan adalah Abu Sufyan bin Harb, dan Qari mereka waktu itu adalah al-Miqdad bin al-Aswad sambil mengelilingi pasukan membacak...

Bekal Iman Dan Semangat Jihad Pasukan Islam Pada Perang Yarmuk

Bekal Iman Dan Semangat Jihad Pasukan Islam Pada Perang Yarmuk

Bekal Keimanan Para Sahabat Menjelang Peperangan Yarmuk Ketika kedua pasukan saling berhadap-hadapan, dan perang tanding mulai terjadi, Abu Ubaidah memberikan nasehat kepada kaum muslimin; "Wahai Hamba Allah, bantulah agama Allah pasti Dia akan membantu kalian dan mengokohkan kaki kalian, sesungguhnya janji Allah adalah benar." "Wahai kaum muslimin! Bersabarlah kalian, sesungguhnya kesabaran akan menyelamatkan kalian dari kekufuran dan membuat ridha Rabb kalian dan menjauhkan kalian dari celaan." "Jangan sampai kalian meninggalkan tempat dan jangan memulai maju menyerbu mereka. Tetapi seranglah mereka terlebih dahulu dengan panah, dan berlindunglah kalian dengan perisai kalian, perbanyak diam kecuali dzikir kepada Allah dalam diri kalian, hingga aku menginstruksikan sesuatu kepada kalian insyaAllah." Wahai Hamba Allah, bantulah agama Allah pasti Dia akan membantu kalian dan mengokohkan kaki kalian, sesungguhnya janji Allah adalah benar. Mu...

Lokasi: Jakarta, Indonesia
Perundingan Dan Pertempuran Pada Perang Yarmuk

Perundingan Dan Pertempuran Pada Perang Yarmuk

Perundingan-Perundingan Sebelum Perang Yarmuk Terjadi Ketika dua pasukan telah mendekat, Abu Ubaidah, Yazid bin Abu Sufyan maju ke arah tentara Romawi. keduanya membawa Dhirar bin al-Azur, Harits Ibnu Hisyam, dan Abu Jandal bin Suhail, mereka berteriak sambil menyeru, "Kami ingin bertemu untuk berunding dengan kalian!" Maka mereka diberi izin untuk berjumpa dengan Tazariq. Ketika itu Tazariq tengah duduk di dalam tenda yang terbuat dari sutera. Para sahabat berkata kepada mereka, "Kami tidak dihalalkan memasuki tenda ini". Lalu pemimpin mereka memerintahkan agar karpet dari sutera dibentangkan dan mereka dipersilahkan duduk di atasnya. Para Sahabat berkata, "Kami tidak dibolehkan duduk di atasnya." Akhirnya Tazariq duduk dengan mereka di tempat yang mereka inginkan. Mereka mengadakan perundingan untuk damai. Para sahabat mendakwahi mereka agar masuk ke dalam agama Allah, namun sayang perundingan ini berakhir tanpa membawa hasil, akhirnya merekapun ke...

Kisah Islam Gregorius Jarajah Theodorus Pada Perang Yarmuk

Kisah Islam Gregorius Jarajah Theodorus Pada Perang Yarmuk

Khalid Bin Walid Dan Panglima Romawi Yang Masuk Islam Salah seorang panglima besar Romawi yang bernama Jarajah keluar barisannya dan meminta kepada Khalid bin Walid agar mau menemui nya. Khalid segera menemuinya dan kedua kuda mereka berhadap-hadapan leher. Jarajah berkata; "Wahai Khalid beritahukan aku dan jujurlah, sebab orang merdeka tidak akan berbohong, dan janganlah engkau membohongiku sesungguhnya orang yang mulia tidak akan berbohong terhadap orang yang berhubungan dengan Allah. Apakah Allah pernah menurunkan kepada Nabi kalian sebuah pedang yang diberikannya kepadamu hingga setiap kali engkau hunus terhadap musuhmu pasti mereka akan kalah?" Khalid menjawab, "Tidak." Jarajah kembali bertanya, "Jadi kenapa engkau dijuluki pedang Allah?" Khalid menjawab, "Sesungguhnya Allah telah mengutus NabiNya kepada kami. Nabi tersebut menyeru kami, tetapi kami malah berlari men-jauhinya. Kemudian sebagain dari kami membenarkannya dan sebagian me...

Copyright © MUSLIM BLOG