Tampilkan postingan dengan label Tafsir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsir. Tampilkan semua postingan

Burung Ababil dan Pasukan Gajah Abrahah - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 4

Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil (Pasukan Gajah) Ayat 1-5

Dalam keadaan yang demikian itu, demikian uraian Ibnu Hisyam dalam Sirahnya nampaklah di udara beribu-ribu ekor burung terbang menuju mereka. Datangnya dari jurusan laut. Burung itu membawa tiga butir batu; sebutir di mulutnya dan dua butir digenggamnya dengan kedua belah kakinya. Dengan serentak burung-burung itu menjatuhkan batu yang di bawanya itu ke atas diri tentara-tentara yang banyak itu. Mana yang kena terpekik kesakitan karena saking panasnya. Berpekikan dan berlarianlah mereka, tumpang siur tidak tentu arah, karena takut akan ditimpa batu kecil-kecil itu yang sangat panas membakar itu. Lebih banyak kena daripada yang tidak kena.

Semua menjadi kacau-balau dan ketakutan. Mana yang kena terkaparlah jatuh, dan yang tidak sampai kena hendak segera lari kembali ke Yaman. Mereka cari Nufail bin Habib untuk menunjuki jalan menuju Yaman, namun dia tidak mau lagi, malahan dia bersyair:

Burung Ababil dan Pasukan Gajah Abrahah - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 4
sumber: wikimedia.org
Dialog Abrahah dan Abdul Muthalib - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 3

Dialog Abrahah dan Abdul Muthalib - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 3

Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil (Pasukan Gajah) Ayat 1-5 Abdul Muthalib adalah seorang yang rupawan, berwajah menarik dan berwibawa, besar dan jombang. Baru saja dia masuk, ada sesuatu yang memaksa Abrahah berdiri menghormatinya dan menjemputnya ke pintuk khemah. Abrahah merasa tidaklah layak orang ini akan duduk di bawah dari kursinya. Sebab itu baginda sendirilah yang turun dari kursi dan sama duduk di atas hamparan itu berdekat dengan Abdul Muthalib. Kemudian itu bertitahlah baginda kepada penterjemah: "Suruh katakanlah apa hajatnya!" Abdul Muthalib menjawab dengan perantaraan penterjemah: "Maksud kedatanganku ialah memohonkan kepada raja agar unta kepunyaanku, 200 ekor banyaknya, yang dirampas oleh hambasahaya baginda, dipulangkan kepadaku." sumber:wikimedia.org

Pergerakan Tentara Abrahah ke Mekah - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 2

Pergerakan Tentara Abrahah ke Mekah - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 2

Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil (Pasukan Gajah) Ayat 1-5 Setelah tersiar berita tentara di bawah pimpinan Abrahah telah keluar hendak pergi meruntuh Ka’bah sangatlah mereka terkejut dan seluruh kabilah-kabilah Arab itu pun merasalah bahwa mempertahankan Ka’bah dari serbuan itu adalah kewajiban mereka. Salah seorang pemuka Arab di negeri Yaman bernama Dzu Nafar menyampaikan seruan kepada kaumnya dan Arab tetangganya supaya bersiap menangkis dan menghadang serbuan ini. Mengajak berjihad mempertahankan Baitullah Al-Haram. Banyaklah orang datang menggabungkan diri kepada Dzu Nafar itu melawan Abrahah. Tetapi karena kekuatan tidak seimbang, Dzu Nafar kalah dan tertawan. Tatkala Abrahah hendak membunuh tawanan itu berdatang sembahlah dia: "Janganlah saya Tuan bunuh. Barangkali ada faedahnya bagi tuan membiarkan saya tinggal hidup." Karena permohonannya itu tidaklah jadi Dzu Nafar dibunuh dan tetaplah Dzu Nafar dibelenggu. Abrahah memang seorang yang suka memaafkan. Abrahah pun mener...

Kemarahan Abrahah Kepada Bangsa Arab - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 1

Kemarahan Abrahah Kepada Bangsa Arab - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 1

Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil (Pasukan Gajah) Ayat 1-5 "Tidakkah engkau perhatikan?" (pangkal ayat 1). Atau tidaklah engkau mendengar berita: "Bagaimana Tuhan engkau berbuat terhadap orang-orang yang mempunyai gajah?" (ujung ayat 1). Pertanyaan Allah seperti ini adalah untuk memperkuat berita penting itu, yang ditujukan mulanya kepada Nabi SAW namun maksudnya ialah untuk ummat yang percaya seumumnya. Kisah orang-orang yang mempunyai gajah ini adalah tersebut dengan selengkapnya di dalam kitab Sirah Ibnu Hisham, pencatat riwayat hidup Nabi Muhammad SAW yang terkenal.

Allah Menciptakan Bencana, Derita dan Kematian

Allah Menciptakan Bencana, Derita dan Kematian

Benarkah Allah Maha Kejam dan Tidak Berbelas Kasih? Allah adalah pencipta alam semesta, makhluk dan apa saja yang terdapat didunia fana ini. Penciptaan alam raya sesuai kehendak, rencana dan tujuan Allah S.W.T, hal ini sesuai dengan firmanNya dalam Surah Al Baqarah ayat 29 dan 117. هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاء فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. [Al-Baqarah:29] بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَإِذَا قَضَى أَمْراً فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.[Al-Baqarah:117] Demikianlah penciptaan seluruh apa yang ada dilangit, dibumi, didalam dan dian...

Suhuf Nabi-nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa Dalam AlQuran

Suhuf Nabi-nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa Dalam AlQuran

Kalimat "Suhuf Ibrahim dan Musa" dalam AlQuran  terdapat dalam penutup Surah Al A`la Ayat 19: Al A'laa 19 صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa Kalimat ini menjadi pertanyaan besar bagi sebahagian kecil manusia, dimanakah suhuf itu kini? Pertanyaan yang sederhana namun sedikit membingungkan bagi sebahagian ummat muslim. Namun, sebenarnya tidaklah sulit untuk menemukan dimana suhuf nabi-nabi dimulai dari suhuf Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa maupun nabi-nabi lainnya. Shuhuf (Arab:صحيفة tunggal: sahifa) berarti sepenggal kalimat yang ditulis, kalimat-kalimat tertulis tersebut, apabila dikumpulkan menjadi satu dan disusun dengan rapi maka dapat menjadi sebuah Mushaf (Arab:مصحف jamak: masahif) yang berarti kumpulan-kumpulan shuhuf. Seluruh intisari dari suhuf-suhuf para nabi terdahulu sebelum Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi Wa Sallam terdapat dengan sangat lengkap didalam AlQuran. Ajaran Ibrahim dan Musa dala...

Tidak Ada Hukum Rajam Dalam Al-Quran

Tidak Ada Hukum Rajam Dalam Al-Quran

Cara Penerapan Hukum Rajam Hukum rajam bagi pria dan wanita yang melakukan hubungan intim layaknya suami-istri tanpa ada ikatan pernikahan tidak terdapat dalam Al-Quran. Dahulunya terdapat hukuman rajam didalam Al-Quran dan Nabi Muhammad serta sahabat-sahabat Rasulullah juga menerapkan hukum ini dengan tegas sekali. Dalam beberapa riwayat tercatat bahwa seorang penduduk Madinah yang bernama Ma'iz, telah dijatuhi hukuman rajam atas pengakuannya sendiri bahwa ia berzina, begitu pula dua orang perempuan dari Bani Lahm dan Bani Hamid telah dijatuhi hukuman rajam, atas pengakuan keduanya bahwa dia berzina. Hukuman itu dilakukan di hadapan umum. Begitu juga terdapat 2 orang Yahudi yang mendapatkan hukuman rajam ini. Hukum rajam ialah hukum dera dengan lemparan batu sampai mati terhadap dua orang pelaku zina yang sudah atau pernah bersuami/ beristri  dan kedua pelaku telah melalui proses penyelidikan hukum yang mendalam serta akurat. Hukuman dilakukan dilapangan terbuka, dilak...

Bintang Sebagai Alat Pelempar Setan, Benarkah?

Bintang Sebagai Alat Pelempar Setan, Benarkah?

Dalam Al-Quran disebutkan bahwa salahsatu fungsi dari bintang-bintang yang ada dilangit adalah untuk mengusir setan yang mencuri dengar pembicaraan-pembicaraan yang terjadi dilangit. Allah SWT melontarkan panas api pada bintang dan diarahkan kepada setan-setan terkutuk itu. Banyak orang kafir dan (yang mengaku) atheis mentertawakan ayat ini. Dengan alasan-alasan yang mengandalkan logika sempit mereka berkata, "Mana mungkin..." atau mereka ucapkan, "Al-Quran tidak sejalan dengan sains tentang fungsi bintang ...", dan ungkapan-ungkapan lainnya yang melecehkan ayat-ayat Allah. Berdasarkan tafsir surah Al-Mulk yang terdapat dalam kitab tafsir Al-Quran Departemen Agama Republik Indonesia, diuraikan sebagai berikut:

Yahudi Membunuh Nabi-nabi - Tafsir Surah AlBaqarah Ayat 91

Yahudi Membunuh Nabi-nabi - Tafsir Surah AlBaqarah Ayat 91

Surat Al-Baqarah Ayat 91 وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُواْ بِمَا أَنزَلَ اللّهُ قَالُواْ نُؤْمِنُ بِمَآ أُنزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرونَ بِمَا وَرَاءهُ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقاً لِّمَا مَعَهُمْ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنبِيَاء اللّهِ مِن قَبْلُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kepada Al Qur'an yang diturunkan Allah," mereka berkata: "Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami". Dan mereka kafir kepada Al Qur'an yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Qur'an itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?" Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan: And when it is said to them (the Jews), "Believe in what Allah has sent down," they say, "We believe in what was sent down to us." And they disbelieve in that which came af...

Maryam Saudara Perempuan Harun - Tafsir Maryam Ayat 28

Maryam Saudara Perempuan Harun - Tafsir Maryam Ayat 28

Tafsir Surah Maryam Ayat 28 Tentang Maryam Saudara Perempuan Harun يااخت هارون ماكان ابوك امرأ سوء وماكانت امك بغي Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina. Kemudian mereka menambah celaan dan cemoohan serta tuduhan kepada Maryam seraya berkata, "Hai saudara perempuan Harun! Ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang wanita tuna susila. Bagaimana kamu sampai mendapatkan anak ini. Kepada beliau dipanggil dengan sebutan "Saudara perempuan Harun", oleh karena telah menjadi kebiasaan Bani Israel untuk menyebutkan nama-nama para Nabi dan orang-orang saleh sebelumnya.

Maksud Kata Aku, Kami Dan Dia Dalam AlQuran

Maksud Kata Aku, Kami Dan Dia Dalam AlQuran

Penjelasan dan Contoh Sederhana Defenisi dan Maksud Kata Aku, Kami dan Dia Dalam Al-Quran Maksud Kata AKU Bagi Allah dalam AlQuran Aku (Allah) : digunakan dalam AlQuran untuk menunjukkan bahawa Allah yang menciptakan secara langsung tanpa melibatkan makhluk. Al Jaatsiyah 22 وَخَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ وَلِتُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ "Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan." Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan: And Allah has created the heavens and the earth with truth, in order that each person may be recompensed what he has earned, and they will not be wronged . Yusuf Ali: Allah created the heavens and the earth for just ends, and in order that each soul may find the recompense of what it has earned, and none of them be wronged.

Pertemuan Musa dengan Allah - Tafsir AlQashash Ayat 30 Dan Thaahaa 11-12

Pertemuan Musa dengan Allah - Tafsir AlQashash Ayat 30 Dan Thaahaa 11-12

Kisah Pertemuan Nabi Musa Dengan Allah Di Bukit Thuwa Menurut Al-Quran Kisah pertemuan Musa dengan Dzat Allah di bukit Thuwa. Nabi Musa tidak dapat melihat Allah dan hanya menyaksikan seberkas cahaya dan suara saja. Surat Al Qashash Ayat 30 Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: “Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam [1121] . [1121] Di tempat dan di saat itulah Musa u mulai diangkat menjadi rasul. فَلَمَّا أَتَاهَا نُودِي مِن شَاطِئِ الْوَادِي الْأَيْمَنِ فِي الْبُقْعَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ الشَّجَرَةِ أَن يَا مُوسَى إِنِّي أَنَا اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan: So when he reached it (the fire), he was called from the right side of the valley,  in the blessed place from the tree : “O Moosa (Moses)! Verily! I am Allah, the Lord of the Alameen (mankind, jinns and a...

Nabi Zakaria Membisu Selama 3 Hari 3 Malam

Nabi Zakaria Membisu Selama 3 Hari 3 Malam

Kisah Nabi Zakaria Nabi Zakaria tidak berbicara selama tiga hari tiga malam lamanya sebelum mendapatkan karunia anak dari Allah Rabbul `Alamin Tafsir Surah Ali-Imran Ayat 41 Dan Maryam Ayat 10 Dalam kisah Nabi Zakaria memohon dikaruniai anak, beliau bertanya kepada Jibril dan meminta tanda-tanda kehamilan istrinya kepada Allah Subhanahu Wa Ta`ala. Dalam Surah Ali Imran ayat 41 disampaikan bahwa Nabi Zakaria tidak dapat berbicara selama tiga hari dan dalam Surah Maryam ayat 10 diberitakan bahwa beliau membisu selam tiga malam; lantas bagaimanakah sebenarnya yang terjadi, tiga hari kah atau tiga malam? Berikut Tafsir kedua ayat tersebut:

Tafsir Surah AlHajj 39-40 - Menolong Agama Allah

Tafsir Surah AlHajj 39-40 - Menolong Agama Allah

Tafsir Dan Asbabun Nuzul Surah Al-Hajj Ayat 39-40 Mengenai Menolong Allah Dalam Menegakkan Agama Islam Tafsir Surah Al Hajj 39 Departemen Agama Republik Indonesia أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,(QS. 22:39) Ayat ini membolehkan orang-orang yang beriman memerangi orang-orang kafir. jika mereka telah berbuat aniaya di muka bumi, menganiaya manusia, berbuat sewenang-wenang dan menentang agama Allah, dan orang-orang yang beriman telah teraniaya oleh mereka.

Menolong Agama Allah - Tafsir Surah Muhammad 7

Menolong Agama Allah - Tafsir Surah Muhammad 7

Tafsir Surah Muhammad 7 Departemen Agama Republik Indonesia يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.(QS. 47:7) Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong Agama Allah dengan mengorbankan harta dan jiwamu, niscaya Allah akan menolongmu dari musuh-musuhmu. Dia akan menguatkan hati dan barisanmu dalam melaksanakan kewajibanmu mempertahankan Agama Islam dengan memerangi orang-orang kafir yang hendak meruntuhkannya, sehingga agama Allah itu tegak dengan kokohnya. Menolong Agama Allah dengan mengorbankan harta dan jiwamu, niscaya Allah akan menolongmu dari musuh-musuhmu Tafsir Surah Muhammad 7 Jalalain (Hai orang-orang yang beriman! Jika kalian menolong Allah) yakni agama-Nya dan Rasul-Nya (niscaya Dia menolong kalian) atas musuh-musuh kalian (dan meneguhkan telapak kaki kalian) di dalam medan perang. ...

Malaikat Harut Marut Dalam Al Quran

Malaikat Harut Marut Dalam Al Quran

Terjemah dan Tafsir Al Quran Surah Al Baqarah Ayat 102 Kisah tentang malaikat Harut dan Marut diceritakan dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 102. Dalam ayat tersebut diceritakan tentang kemusyrikan kaum Yahudi, fitnah orang musyrik terhadap Nabi Sulaiman, pengaruh serta dampak sihir dan Kuasa Allah terhadap segala yang ada dialam raya juga tempat penganut ilmu sihir di neraka pada alam akhirat. Ayat Al-Quran yang berkisah tentang malaikat Harut dan Marut sebagai berikut: وَ اتَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيَاطِيْنُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَ مَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَ لَكِنَّ الشَّيْاطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ وَ مَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوْتَ وَمَارُوْتَ وَ مَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُوْلاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَ زَوْجِهِ وَ مَا هُم بِضَآرِّيْنَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللهِ وَ يَتَعَلَّمُوْنَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنْف...

Tafsir An-Najm Ayat 21 - 22 Kaum Jahiliyah Menganggap Allah Memiliki Anak Perempuan

Tafsir An-Najm Ayat 21 - 22 Kaum Jahiliyah Menganggap Allah Memiliki Anak Perempuan

Kaum Jahiliyah Menganggap Allah Memiliki Anak Perempuan Tafsir An-Najm Ayat 21 - 22 Allah menolak anggapan, mereka yang menyatakan bahwa Allah mempunyai anak perempuan dan mereka mempunyai anak laki-laki.

Tafsir Al Hadiid 25 Manfaat dan Keajaiban Besi Bagi Manusia

Tafsir Al Hadiid 25 Manfaat dan Keajaiban Besi Bagi Manusia

Tafsir Surah Al Hadiid 25 Departemen Agama Republik Indonesia لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.(QS. 57:25)

Allah Bersumpah Kepada Tuhan Pemilik Timur dan Barat Tafsir Al-Ma'aarij 40

Allah Bersumpah Kepada Tuhan Pemilik Timur dan Barat Tafsir Al-Ma'aarij 40

Penjelasan Tentang Allah Bersumpah Kepada Tuhan Pemilik Timur dan Barat Dalam AlQuran Surah AlMaarij ayat 40 ada diungkapkan bahwa Allah bersumpah kepada dirinya sendiri sebagai pemilik timur dan barat dan ungkapan diakhir ayat yang menegaskan bahwa Allah sesungguhnya Maha Kuasa dengan ungkapan kata "Kami". Terjemahan ayat tersebut akan sangat membingungkan sekali bagi orang-orang kafir yang tidak pernah mengkaji Alkitab mereka secara detail dan teliti. Hal ini lah yang menyebabkan kafir laknatullah menjadikan ayat ini sebagai peluru mereka untuk mendeskreditkan AlQuran. AlMa'arij:40 فَلَا أُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغَارِبِ إِنَّا لَقَادِرُونَ Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa. Jika permasalahan utama dalam ayat tersebut adalah mengenai "kepada siapa Allah bersumpah?" maka dapat ditelusuri melalui gambar penjelasan kata  أُقْسِمُ  berikut ini: Kata ini sebagai obyek p...

Penetapan Bulan Ramadhan Dan Bulan Syawwal

Penetapan Bulan Ramadhan Dan Bulan Syawwal

Cara Menetukan Awal Bulan Ramadhan dan Syawal Cara penetapan awal bulan ramadhan dan syawal adalah dengan rukyatul hilal atau dengan menyempurnakan syakban 30 hari.

Copyright © MUSLIM BLOG