• 20130308

    Persiapan Pasukan Islam Menghadapi Pasukan Kafir Pada Perang Yarmuk

    Soldier Of Allah webdziner.deviantart.com
    Soldier Of Allah - Image By: webdziner.deviantart.com
    Pada peperangan ini tentara Romawi keluar dalam jumlah yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Khalid juga membawa jumlah pasukan besar yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Arab. Khalid membawa sebanyak 30-40 regu, dan pada setiap regu terdiri dari 1000 orang pasukan. Abu Ubaidah mengambil posisi di jantung pasukan, sementara di sayap kanan dipimpin oleh Amru bin al-Ash yang ditemani oleh Syarahbil bin Hasanah, dan di sayap kiri dipimpin oleh Yazid bin Abu Sufyan, Khalid mengangkat untuk tiap regu pasukan seorang pemimpin. Sebagai mata-mata dan pencari informasi di serahkan kepada Qubats bin Asyam, dan sebagai pemungut harta rampasan perang diserahkan kepada Abdullah bin Mas'ud, yang menjadi Qadhi ketika itu adalah Abu ad-Darda'. Bertindak sebagai pemberi nasehat dan motifasi kepada pasukan adalah Abu Sufyan bin Harb, dan Qari mereka waktu itu adalah al-Miqdad bin al-Aswad sambil mengelilingi pasukan membacakan kepada mereka surat al-Anfal dan ayat Jihad.[Ibnu Jarir, Tarikh ar-Ruslul wa al-Muluk, 3/ 397.]

    Di sisi lain pasukan Romawi maju dengan kesombongannya membawa pasukan besar hingga menutupi seluruh tempat yang ada, baik daerah yang lapang maupun daerah yang sulit seolah-olah mereka awan hitam, mereka berteriak-teriak mengangkat suara tinggi-tinggi, sementara para pendeta berjalan mengelilingi tentara membacakan Injil sambil memotifasi mereka untuk giat berperang.

    Khalid membawa kudanya menuju Abu Ubaidah dan berkata kepada-nya, "Aku akan memberikan usulan."

    Abu Ubaidah menjawab, "Katakanlah apa usulmu, aku akan mendengar dan mematuhinya." 

    Khalid berkata, "Musuh pasti menyiapkan pasukan besar yang tak dapat dihalangi untuk dapat membobol pertahanan kita. Aku khawatir pertahanan sayap kiri dan sayap kanan kita akan kebobolan. Oleh karena itu menurut pendapatku kita harus membagai pasukan berkuda menjadi dua pasukan. Satu pasukan ditempatkan di belakang sayap kanan, dan yang lain ditempatkan di sayap kiri. Hingga apabila pasukan Romawi berhasil menjebol pertahanan kita di sayap kiri atau sayap kanan, para pasukan berkuda dapat berperan membantu mereka. Dan kita datang menyerbu mereka dari belakang."
    Abu Ubadiah berkata pada Khalid,"Alangkah jitu idemu itu."

    Segera Khalid masuk ke dalam barisan berkuda yang berada di belakang pertahanan sayap kanan dan Qeis bin Hubairah di sayap kiri. Khalid memerintahkan Abu Ubaidah agar mundur ke belakang dari posisi tengah ke belakang, agar jika ada dari tentara Islam yang berlari mundur akan merasa malu melihatnya dan kembali ke medan pertempuran.

    Abu Ubaidah menyerahkan posisi tengah yang sebelumnya ia tempati kepada Sa'id bin Zaid, salahseorang dari sepuluh orang yang dijamin Rasulullah masuk surga. Kemudian Khalid bergerak ke tempat para wanita sambil memberikan instruksi kepada mereka agar bersiap-siap dengan pĂ­sau belati serta tongkat-tongkat. Khalid berkata, "Siapa saja yang kalian jumpai, melarikan diri dari pasukan maka bunuhlah dia!" setelahitu Khalid kembali ke posisinya.[al-Azdi, Futuh as-Syam, him. 220-221.]

    Sumber: AlBidayah Wan Nihayah

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Copyright © MUSLIM BLOG

    Promoted Link: Tafsir Sponsored By: Gratis Template By: Habib