• 1.4.15

    Allah Lebih Dulu Dialam Dunia Daripada Manusia

    Tidak ada komentar:
    Anggapan tentang "Mana yang lebih awal di alam/ dunia ini, Allah atau dirimu" adalah sebuah kajian ketauhidan yang diungkapkan oleh penggiat ilmu tasawuf [tasawuf atau sufisme adalah suatu disiplin ilmu dalam agama Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mensucikan jiwa, akhlaq, hati serta fikiran baik zhahir maupun bathin guna mengapai ridha Allah. lihat defenisi sufi dan defenisi sufisme].

    Tasawwuf ini hanyalah teknik/ metode pendidikan guna mendapatkan pemahaman tentang "bagaimana cara mendekatkan diri kepada Allah Sang Pencipta". Orang-orang yang mempelajari ilmu ini disebut tarekat/ tirakat (dalam bahasa Jawa)/ thoriqoh; biasanya mendapatkan pelajaran dari seorang atau beberapa orang guru tarekat yang disebut mursyid melalui proses pendidikan yang disebut suluk.

    Ilmu tasawuf bukanlah segalanya dalam Islam, begitu juga guru dan pelajarnya belum tentu juga manusia suci disisi Allah. Dan tentunya kebenaran pun bukan mutlak milik mereka pula.

    Pendapat "Didalam dunia ini, mana yang lebih dahulu Allah atau dirimu" ini sesekali tercantum dalam halaman group sosial media seperti pada link ini.



    Jika dipantau secara seksama, maka status, komentar dan argumen pengunjungnya akan terasa janggal sekali karena mereka menuliskan kata dan kalimat yang sama sekali tidak sejalan dengan Al-Quran. Sebahagian besar mereka berpendapat: Diri Manusia Lebih Dulu Ada Dibanding Allah (karena: jika Allah lebih dulu dari dirimu, lantas sejak umur berapa engkau tahu bahwa Allah sebagai tuhanmu).

    Pendapat Group Sufi tersebut dibantah oleh AlQuran, sebagai berikut:

    Sejak Allah Menciptakan Ruh, Manusia sudah mengenal Allah.


    Tuhan berfirman: "Demikianlah". Tuhan berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali".(Maryam:9)

    Karena Allah adalah Sang Pencipta, tentulah Allah lebih dulu dari manusia. Namun penyangkalan akan disampaikan oleh para sufi tersebut dengan ungkapan: "hal ini tidak dalam konteks/ tidak ada kaitannya dengan alam ruh dan alam arwah".

    Menurut pendapat Kami, hal tersebut jelas sekali salah karena sangat tidak beralasan untuk membandingkan hal ghaib dengan hal nyata dan memposisikannya dalam ranah yang setara.

    Sebelum Manusia Menempati Dunia Allah Lebih Dahulu Ada Didunia


    الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ

    Artinya:

    Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy.(Al-Furqan:59)

    Perhatikan kata "kemudian" pada terjemah Surah Al Furqan diatas, maka akan tergambar jelas bahwa Allah mencapai dan menggapai segalanya karena Allah lah yang menciptakan.

    Namun para sufi terus saja bertahan dengan argumen mereka dikarenakan mereka memiliki sudut pandang yang lebih baik (klaim mereka demikian). Menurut mereka sudut pandang yang lebih baik adalah Sudut Pandang Allah Sebagai Nama dibandingkan Sudut Pandang Allah Sebagai Kholiq.

    Jika sudut pandang yang digunakan adalah Allah Sebagai Nama; maka tentu Manusia lebih dulu dibanding Allah.

    Jika sudut pandang yang digunakan adalah Allah Sebagai Kholiq; maka tentu Allah lebih dulu dibanding Manusia.

    Allah adalah pencipta seluruh makhluk termasuk manusia sejak dahulu maupun akan datang, baik yang Islam maupun bukan Islam. Nah... bagaimana halnya dengan orang-orang kafir yang menuhankan "katanya" Allah juga; pastinya merekapun memiliki teori yang berbeda, seperti menurut Kristen: Allah dahulu hidup ditengah-tengah (bersama) kita. atau menurut agama lain yang tidak menuhankan Allah: Allah tidak pernah ada didunia, atau menurut kalangan atheis: Allah itu hanya akal-akalan manusia saja.

    Allah Maha Awal Dan Maha Akhir


    هُوَ الْأَوَّلُ وَ الاَخِرُ وَ الظَّاهِرُ وَ الْبَاطِنُ وَ هُوَ بِکلُِّ شىَْءٍ عَلِیمٌ

    Dia-lah Yang Maha Awal dan Yang Maha Akhir, Yang Maha Zhahir dan Yang Maha Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.(Al-Hadid:3)

    Tiadalah pemahaman tentang Allah yang lebih baik dibandingkan yang sesuai dengan Al Quran: Bahwa sesungguhnya Allah Maha Awal dan Maha Akhir.

    2.1.15

    Arti Dan Asal Kata Allah

    1 komentar:
    Kajian kata: اللّهِ pada surat Al-Faatihah ayat ke 1 Bacaan dalam tulisan arab latin (A)llâhi ...

    10.12.14

    Hukum Rajam Dalam Al-Quran

    2 komentar:
    Hukum rajam bagi pria dan wanita yang melakukan hubungan intim layaknya suami-istri tanpa ada ikatan pernikahan tidak terdapat dalam Al-Qura...

    5.12.14

    Hukum Rajam Dalam Taurat

    Tidak ada komentar:
    Pelaksanaan Hukum Rajam Terhadap 2 Orang Yahudi Pada Zaman Rasulullah Telah bercerita kepada kami Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan ke...

    21.8.14

    Pemberian Titik Pada Huruf AlQuran - Nuqath al-I'jam

    3 komentar:
    Pemberian tanda titik pada huruf ini memang dilakukan belakangan dibanding pemberian harakat. Pemberian tanda ini bertujuan untuk membedakan...

    20.8.14

    Antara Rasm Utsmani dan Rasm Imlai

    6 komentar:
    Sebagaimana yang diketahui, bahwa cara penulisan (rasm) yang terdapat dalam mushaf ‘Utsmany berbeda dan tidak sama dengan cara penulisan yan...

    19.8.14

    Pemberian Harakat Pada Tulisan AlQuran - Nuqath al-I'rab

    Tidak ada komentar:
    Sebagaimana telah diketahui, bahwa naskah mushaf ‘Utsmani generasi pertama adalah naskah yang ditulis tanpa alat bantu baca yang berupa titi...

    Copyright © MUSLIMBLOG

    Promoted Link: Tafsir Sponsored By: Gratis Template By: Habib