Musa Membelah Laut, Ummat Muhammad Berjalan Diatas Laut

Karamah Al-Ala` Bin Al-Hadhrami

Al-Ala` Bin Al-Hadhrami adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang senior dan termasuk orang yang berilmu, banyak beribadah dan mustajab doanya. Setelah Rasulullah SAW wafat, banyak dari kabilah-kabilah yang murtad keluar dari jalan yang lurus. Kemudian Abu Bakar RA mengutus Al-Ala` Bin Al-Hadhrami untuk mengingatkan kekeliruan bangsa yang murtad diwilayah Bahrain.

Al-Ala` Bin Al-Hadhrami membawa pasukan muslimin menuju ke wilayah tersebut, dalam perjalanan menuju lokasi jihad ini, terjadilah suatu karamah. Ketika mereka berhenti di Dahna` (yaitu sebuah padang pasir antara Najed dan Al-Ahsa`) dalam kondisi belum sempat berhenti dengan sempurna tiba-tiba unta-unta mereka menjadi beringas dan lari membawa seluruh perbekalan tentara baikk berupa kemah maupun makanan dan minuman.

Burung Ababil dan Pasukan Gajah Abrahah - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 4

Burung Ababil dan Pasukan Gajah Abrahah - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 4

Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil (Pasukan Gajah) Ayat 1-5 Dalam keadaan yang demikian itu, demikian uraian Ibnu Hisyam dalam Sirahnya nampaklah di udara beribu-ribu ekor burung terbang menuju mereka. Datangnya dari jurusan laut. Burung itu membawa tiga butir batu; sebutir di mulutnya dan dua butir digenggamnya dengan kedua belah kakinya. Dengan serentak burung-burung itu menjatuhkan batu yang di bawanya itu ke atas diri tentara-tentara yang banyak itu. Mana yang kena terpekik kesakitan karena saking panasnya. Berpekikan dan berlarianlah mereka, tumpang siur tidak tentu arah, karena takut akan ditimpa batu kecil-kecil itu yang sangat panas membakar itu. Lebih banyak kena daripada yang tidak kena. Semua menjadi kacau-balau dan ketakutan. Mana yang kena terkaparlah jatuh, dan yang tidak sampai kena hendak segera lari kembali ke Yaman. Mereka cari Nufail bin Habib untuk menunjuki jalan menuju Yaman, namun dia tidak mau lagi, malahan dia bersyair: sumber: wikimedia.org

Dialog Abrahah dan Abdul Muthalib - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 3

Dialog Abrahah dan Abdul Muthalib - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 3

Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil (Pasukan Gajah) Ayat 1-5 Abdul Muthalib adalah seorang yang rupawan, berwajah menarik dan berwibawa, besar dan jombang. Baru saja dia masuk, ada sesuatu yang memaksa Abrahah berdiri menghormatinya dan menjemputnya ke pintuk khemah. Abrahah merasa tidaklah layak orang ini akan duduk di bawah dari kursinya. Sebab itu baginda sendirilah yang turun dari kursi dan sama duduk di atas hamparan itu berdekat dengan Abdul Muthalib. Kemudian itu bertitahlah baginda kepada penterjemah: "Suruh katakanlah apa hajatnya!" Abdul Muthalib menjawab dengan perantaraan penterjemah: "Maksud kedatanganku ialah memohonkan kepada raja agar unta kepunyaanku, 200 ekor banyaknya, yang dirampas oleh hambasahaya baginda, dipulangkan kepadaku." sumber:wikimedia.org

Pergerakan Tentara Abrahah ke Mekah - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 2

Pergerakan Tentara Abrahah ke Mekah - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 2

Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil (Pasukan Gajah) Ayat 1-5 Setelah tersiar berita tentara di bawah pimpinan Abrahah telah keluar hendak pergi meruntuh Ka’bah sangatlah mereka terkejut dan seluruh kabilah-kabilah Arab itu pun merasalah bahwa mempertahankan Ka’bah dari serbuan itu adalah kewajiban mereka. Salah seorang pemuka Arab di negeri Yaman bernama Dzu Nafar menyampaikan seruan kepada kaumnya dan Arab tetangganya supaya bersiap menangkis dan menghadang serbuan ini. Mengajak berjihad mempertahankan Baitullah Al-Haram. Banyaklah orang datang menggabungkan diri kepada Dzu Nafar itu melawan Abrahah. Tetapi karena kekuatan tidak seimbang, Dzu Nafar kalah dan tertawan. Tatkala Abrahah hendak membunuh tawanan itu berdatang sembahlah dia: "Janganlah saya Tuan bunuh. Barangkali ada faedahnya bagi tuan membiarkan saya tinggal hidup." Karena permohonannya itu tidaklah jadi Dzu Nafar dibunuh dan tetaplah Dzu Nafar dibelenggu. Abrahah memang seorang yang suka memaafkan. Abrahah pun mener...

Kemarahan Abrahah Kepada Bangsa Arab - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 1

Kemarahan Abrahah Kepada Bangsa Arab - Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil 1-5 - Bagian 1

Tafsir Al-Azhar Surah Al-Fil (Pasukan Gajah) Ayat 1-5 "Tidakkah engkau perhatikan?" (pangkal ayat 1). Atau tidaklah engkau mendengar berita: "Bagaimana Tuhan engkau berbuat terhadap orang-orang yang mempunyai gajah?" (ujung ayat 1). Pertanyaan Allah seperti ini adalah untuk memperkuat berita penting itu, yang ditujukan mulanya kepada Nabi SAW namun maksudnya ialah untuk ummat yang percaya seumumnya. Kisah orang-orang yang mempunyai gajah ini adalah tersebut dengan selengkapnya di dalam kitab Sirah Ibnu Hisham, pencatat riwayat hidup Nabi Muhammad SAW yang terkenal.

Wanita dan Islam Menurut Kitab Al-Quran

Wanita dan Islam Menurut Kitab Al-Quran

Islam Memuliakan Wanita Wanita adalah pasangan hidup bagi manusia pria yang diciptakan Allah sebagai pendamping hidup, penerus keturunan dan menjadi sumber ketentraman, kasih, sayang serta penambah rezeki dan kehormatan. Demikianlah Islam mengagungkan serta memuliakan posisi wanita dalam kehidupan, bahkan Allah secara khusus memfirmankan ayat-ayat Al-Quran kepada rasulNya yang membahas tentang wanita sejak awal, yaitu dalam Surah An-Nisa.

Allah Menciptakan Bencana, Derita dan Kematian

Allah Menciptakan Bencana, Derita dan Kematian

Benarkah Allah Maha Kejam dan Tidak Berbelas Kasih? Allah adalah pencipta alam semesta, makhluk dan apa saja yang terdapat didunia fana ini. Penciptaan alam raya sesuai kehendak, rencana dan tujuan Allah S.W.T, hal ini sesuai dengan firmanNya dalam Surah Al Baqarah ayat 29 dan 117. هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاء فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. [Al-Baqarah:29] بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَإِذَا قَضَى أَمْراً فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.[Al-Baqarah:117] Demikianlah penciptaan seluruh apa yang ada dilangit, dibumi, didalam dan dian...

Kisah Umar dan Wabah Tha'un Amawas

Kisah Umar dan Wabah Tha'un Amawas

Kisah Kedatangan Umar RA. Ke Syam dan Wabah Tha'un Amawas Tahun 17 H. Ibnu Jarir berkata, Pada tahun ini (17 Hijriyah) Umar bin al-Khaththab RA. datang ke wilayah Syam untuk berperang. Ketika ia sampai di Sargh [1] - menurut pendapat Ibnu Ishaq, sementara menurut Saif bin Umar ketika sampai di Jabiyah - para pemimpin prajurit memberitakan kepadanya bahwa Syam terserang wabah penyakit, maka Umar RA. segera mengumpulkan kaum Muhajirin dan Anshar untuk bermusyawarah. Mereka menyelisihi pendapat Umar RA. Ada yang berkata, "Jika engkau telah datang untuk berperang maka mengapa harus kembali?" Ada juga yang berkata, "Menurut kami engkau harus terus berjalan mem-bawa para sahabat Rasulullah SAW. ke daerah yang terserang wabah ini." Ketika dikatakan bahwa Umar RA. menginstrukskian seluruh tentara kaum muslimin untuk kembali esok hari, maka Abu Ubaidah berkata kepada Umar RA.:

Defenisi Khusyu' Menurut Al-Qur'an Surah Al-Baqarah Ayat 45 - 46

Defenisi Khusyu' Menurut Al-Qur'an Surah Al-Baqarah Ayat 45 - 46

Pengertian Shalat Yang Khusyu' Khusyu' memiliki defenisi dan pengertian yang cukup luas, berdasarkan pendapat beberapa ilmuan Islam. Namun demikian, secara spesifik, kata khusyu' memiliki defenisi baku yang di cantumkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Al-Qur'an; yaitu surah Al-Baqarah ayat 45 dan 46. Al Baqarah 45 وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', Al Baqarah 46 الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. Jelas sekali diuraikan dalam ayat-ayat diatas bahwa khusyu' adalah orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui dan akan kembali kepada Allah .

Sejarah Penulisan AlQuran Pada Masa Rasulullah

Sejarah Penulisan AlQuran Pada Masa Rasulullah

Penulisan Suhuf-suhuf Al-Quran Rasullullah SAW telah mengangkat para penulis wahyu Al-Qur'an dari sahabat-sahabat terkemuka, seperti Ali bin Abi thalib ra, Muawiyah ra, ‘Ubai bin K'ab ra. dan Zaid bin Tsabit ra. Setiap ada ayat turun, beliau memerintahkan mereka menulisnya dan menunjukkan tempat ayat tersebut dalam surah, sehingga penulisan pada lembar itu membantu penghafalan didalam hati. Disamping itu sebagian sahabat juga menuliskan Al-Qur'an yang turun itu atas kemauan mereka sendiri, tanpa diperintah oleh Rasulullah SAW. Mereka menuliskannya pada pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang. Zaid bin Sabit ra. berkata, "Kami menyusun al-Qur'an dihadapan Rasulullah pada kulit binatang." Ini menunjukkan betapa besar kesulitan yang dipikul para sahabat dalam menulis Qur'an. Alat-alat tulis tidak cukup tersedia bagi mereka, selain sarana-sarana tersebut. Dan dengan demikian, penulisan Q...

Suhuf Nabi-nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa Dalam AlQuran

Suhuf Nabi-nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa Dalam AlQuran

Kalimat "Suhuf Ibrahim dan Musa" dalam AlQuran  terdapat dalam penutup Surah Al A`la Ayat 19: Al A'laa 19 صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa Kalimat ini menjadi pertanyaan besar bagi sebahagian kecil manusia, dimanakah suhuf itu kini? Pertanyaan yang sederhana namun sedikit membingungkan bagi sebahagian ummat muslim. Namun, sebenarnya tidaklah sulit untuk menemukan dimana suhuf nabi-nabi dimulai dari suhuf Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa maupun nabi-nabi lainnya. Shuhuf (Arab:صحيفة tunggal: sahifa) berarti sepenggal kalimat yang ditulis, kalimat-kalimat tertulis tersebut, apabila dikumpulkan menjadi satu dan disusun dengan rapi maka dapat menjadi sebuah Mushaf (Arab:مصحف jamak: masahif) yang berarti kumpulan-kumpulan shuhuf. Seluruh intisari dari suhuf-suhuf para nabi terdahulu sebelum Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi Wa Sallam terdapat dengan sangat lengkap didalam AlQuran. Ajaran Ibrahim dan Musa dala...

Tidak Ada Hukum Rajam Dalam Al-Quran

Tidak Ada Hukum Rajam Dalam Al-Quran

Cara Penerapan Hukum Rajam Hukum rajam bagi pria dan wanita yang melakukan hubungan intim layaknya suami-istri tanpa ada ikatan pernikahan tidak terdapat dalam Al-Quran. Dahulunya terdapat hukuman rajam didalam Al-Quran dan Nabi Muhammad serta sahabat-sahabat Rasulullah juga menerapkan hukum ini dengan tegas sekali. Dalam beberapa riwayat tercatat bahwa seorang penduduk Madinah yang bernama Ma'iz, telah dijatuhi hukuman rajam atas pengakuannya sendiri bahwa ia berzina, begitu pula dua orang perempuan dari Bani Lahm dan Bani Hamid telah dijatuhi hukuman rajam, atas pengakuan keduanya bahwa dia berzina. Hukuman itu dilakukan di hadapan umum. Begitu juga terdapat 2 orang Yahudi yang mendapatkan hukuman rajam ini. Hukum rajam ialah hukum dera dengan lemparan batu sampai mati terhadap dua orang pelaku zina yang sudah atau pernah bersuami/ beristri  dan kedua pelaku telah melalui proses penyelidikan hukum yang mendalam serta akurat. Hukuman dilakukan dilapangan terbuka, dilak...

Allah Lebih Dulu Di Dunia Daripada Manusia

Allah Lebih Dulu Di Dunia Daripada Manusia

Anggapan tentang " Mana yang lebih awal di alam/ dunia ini, Allah atau dirimu " adalah sebuah kajian ketauhidan yang diungkapkan oleh penggiat ilmu tasawuf [tasawuf atau sufisme adalah suatu disiplin ilmu dalam agama Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mensucikan jiwa, akhlaq, hati serta fikiran baik zhahir maupun bathin guna mengapai ridha Allah. lihat defenisi sufi dan defenisi sufisme ] . Tasawwuf ini hanyalah teknik/ metode pendidikan guna mendapatkan pemahaman tentang "bagaimana cara mendekatkan diri kepada Allah Sang Pencipta". Orang-orang yang mempelajari ilmu ini disebut tarekat/ tirakat (dalam bahasa Jawa)/ thoriqoh; biasanya mendapatkan pelajaran dari seorang atau beberapa orang guru tarekat yang disebut mursyid melalui proses pendidikan yang disebut suluk.

Bintang Sebagai Alat Pelempar Setan, Benarkah?

Bintang Sebagai Alat Pelempar Setan, Benarkah?

Dalam Al-Quran disebutkan bahwa salahsatu fungsi dari bintang-bintang yang ada dilangit adalah untuk mengusir setan yang mencuri dengar pembicaraan-pembicaraan yang terjadi dilangit. Allah SWT melontarkan panas api pada bintang dan diarahkan kepada setan-setan terkutuk itu. Banyak orang kafir dan (yang mengaku) atheis mentertawakan ayat ini. Dengan alasan-alasan yang mengandalkan logika sempit mereka berkata, "Mana mungkin..." atau mereka ucapkan, "Al-Quran tidak sejalan dengan sains tentang fungsi bintang ...", dan ungkapan-ungkapan lainnya yang melecehkan ayat-ayat Allah. Berdasarkan tafsir surah Al-Mulk yang terdapat dalam kitab tafsir Al-Quran Departemen Agama Republik Indonesia, diuraikan sebagai berikut:

Yahudi Membunuh Nabi-nabi - Tafsir Surah AlBaqarah Ayat 91

Yahudi Membunuh Nabi-nabi - Tafsir Surah AlBaqarah Ayat 91

Surat Al-Baqarah Ayat 91 وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُواْ بِمَا أَنزَلَ اللّهُ قَالُواْ نُؤْمِنُ بِمَآ أُنزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرونَ بِمَا وَرَاءهُ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقاً لِّمَا مَعَهُمْ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنبِيَاء اللّهِ مِن قَبْلُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kepada Al Qur'an yang diturunkan Allah," mereka berkata: "Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami". Dan mereka kafir kepada Al Qur'an yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Qur'an itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?" Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan: And when it is said to them (the Jews), "Believe in what Allah has sent down," they say, "We believe in what was sent down to us." And they disbelieve in that which came af...

Maryam Saudara Perempuan Harun - Tafsir Maryam Ayat 28

Maryam Saudara Perempuan Harun - Tafsir Maryam Ayat 28

Tafsir Surah Maryam Ayat 28 Tentang Maryam Saudara Perempuan Harun يااخت هارون ماكان ابوك امرأ سوء وماكانت امك بغي Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina. Kemudian mereka menambah celaan dan cemoohan serta tuduhan kepada Maryam seraya berkata, "Hai saudara perempuan Harun! Ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang wanita tuna susila. Bagaimana kamu sampai mendapatkan anak ini. Kepada beliau dipanggil dengan sebutan "Saudara perempuan Harun", oleh karena telah menjadi kebiasaan Bani Israel untuk menyebutkan nama-nama para Nabi dan orang-orang saleh sebelumnya.

Maksud Kata Aku, Kami Dan Dia Dalam AlQuran

Maksud Kata Aku, Kami Dan Dia Dalam AlQuran

Penjelasan dan Contoh Sederhana Defenisi dan Maksud Kata Aku, Kami dan Dia Dalam Al-Quran Maksud Kata AKU Bagi Allah dalam AlQuran Aku (Allah) : digunakan dalam AlQuran untuk menunjukkan bahawa Allah yang menciptakan secara langsung tanpa melibatkan makhluk. Al Jaatsiyah 22 وَخَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ وَلِتُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ "Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan." Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan: And Allah has created the heavens and the earth with truth, in order that each person may be recompensed what he has earned, and they will not be wronged . Yusuf Ali: Allah created the heavens and the earth for just ends, and in order that each soul may find the recompense of what it has earned, and none of them be wronged.

Menyembuhkan Penyakit Secara Islami

Menyembuhkan Penyakit Secara Islami

Konsep Dasar Kesehatan Dan Pengobatan Dalam Islam Sesungguhnya segala sesuatu itu berlaku hanya karena izin Allah Subhanahu Wa Ta`ala; baik suka-duka, senang-susah, sehat-sakit dan sebagainya. Kesemuanya bermuara pada keimanan dan keyakinan yang mendalam terhadap keMaha Kuasaan Allah. Dengan kesungguhan dalam meyakini tersebut, maka kuasa Allah akan terasa secara langsung tanpa ada penghalang walau sedikitpun. Dalam sebuah hadits ada diutarakan: Sunan Abu Daud dan Sunan at-Tirmidzi, dari Utsman bin Affan, dia berkata, Rasulullah bersabda: “Tidaklah seorang hamba pada setiap pagi hari atau setiap petang hari mengucapkan: (Bismillàhilladzi la yadhurru ma’as-mihi syai’un fil-ardhi walâ fis-samâ’ i wa huwa sami’ul-’alim) ‘Dengan Nama Allah Yang apa pun dengan nama-Nya tidak akan membawa mudharat baik di bumi maupun di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat’, sebanyak tiga kali berturut-turut, kecuali tidak akan ada yang dapat mencelakakannya.” Imam Tirmidzi mengatak...

Pertemuan Musa dengan Allah - Tafsir AlQashash Ayat 30 Dan Thaahaa 11-12

Pertemuan Musa dengan Allah - Tafsir AlQashash Ayat 30 Dan Thaahaa 11-12

Kisah Pertemuan Nabi Musa Dengan Allah Di Bukit Thuwa Menurut Al-Quran Kisah pertemuan Musa dengan Dzat Allah di bukit Thuwa. Nabi Musa tidak dapat melihat Allah dan hanya menyaksikan seberkas cahaya dan suara saja. Surat Al Qashash Ayat 30 Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: “Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam [1121] . [1121] Di tempat dan di saat itulah Musa u mulai diangkat menjadi rasul. فَلَمَّا أَتَاهَا نُودِي مِن شَاطِئِ الْوَادِي الْأَيْمَنِ فِي الْبُقْعَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ الشَّجَرَةِ أَن يَا مُوسَى إِنِّي أَنَا اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan: So when he reached it (the fire), he was called from the right side of the valley,  in the blessed place from the tree : “O Moosa (Moses)! Verily! I am Allah, the Lord of the Alameen (mankind, jinns and a...

Tragedi Menjelang Nabi Isa Terangkat Kelangit

Tragedi Menjelang Nabi Isa Terangkat Kelangit

Peristiwa Penyaliban Nabi Isa Menurut Al-Quran dan Hadits Mereka (tentara Romawi) tidak membunuhnya (Nabi Isa) dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Dalam AlQuran ada disebutkan bahwa Nabi Isa `Alaihis Salam diangkat Allah kelangit dan ada salahseorang yang diserupakan wajahnya dengan beliau. Seperti dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta`ala berikut ini: Terjemah Surat An Nisaa 157: Tentang Orang Yang Diserupakan Dengan Nabi Isa وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَـكِن شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُواْ فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلاَّ اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah [378]", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh iala...

Copyright © MUSLIM BLOG